Minggu, 13 April 2008

Puisi Shahid

Dukhtare Syahid.

Bapak, sungguh begitu lama aku tidak melihatmu.

Bapak, apakah bapak tidak Rindukan aku putri kecilmu?

Bapak sungguh ingin hati bertemu denganmu, mendengar dongeng dari harum mulutmu, mendengar nasihat bijakmu.

Bapak, kapan kembali lagi bersama kami. Bersembahyang, berdo'a Bersenda gurau bersama.

Bapak engkau dimana....? Berulang kepada ibu kubertanya.

"Bapak sedang berpergian jauh". Itu jawaban ibu.

Bapak, rindu diri akanmu tak mungkin lagi tertahan.

lama sudah menunggu kabar berita. Namun surat dan warta tak kunjung bertandang.

Hari, minggu, bulan tlah lama berlalu. Aku tidak lelah, tidak akan lelah tapi kapankah hari kedatanganmu itu?

Surat-surat berlumut tanah yang kau kirim tak jenuh ku ulang. Namun itu membuat berat rasa rindu. Cukuplah Kusimpan kata indahmu itu didada ini. Walau tak jua kau kembali.
Disetiap sholat kusenandungkan do'a. Smoga bapak selamat selalu, smoga bapak segera kembali.

Semoga...

Bapak, sering kulihat air mata ibu tercurah kala mendo'a untukmu.

Bapak, susungguhnya dimanakah engkau?

Kuusik do'a ibu. Kutanyakan kembali tentangmu. Disela tangis ibu menjawab kau ada disisi Allah. Bapak disisi Allah itu dimana? Kenapa tidak ajak aku putri kecilmu. Apakah bapak sudah lupa denganku ?

Bapak kau diperjalanan jauh, kau disisi Allah. Dimana pun kau berada aku putri kecilmu selalu merindumu

Mengenang para syahid, Qom 12-4-08.

2 komentar:

Febri Jan mengatakan...

bah2..
ceqadr khube..
bisiyor aliye..
ce juri mitawoni hameye ino ro benewisid?
bah2..
zeranggi syumo..

artikelnoe mengatakan...

salam

Baroye hamme ikhtiyot be imtihon wa tajribeh doran, baroy oyandeye mo boyat as all on suruk kunim muwaffak baroy mo bod

wasalam