Rabu, 27 Oktober 2010

Berita lagiiiiii

Iran:
Mencegah Penyelundupan Narkoba, Pemerintah Iran Memperketat Persyaratan Haji

Kepala Dinas Pemberantasan Narkoba Republik Islam Iran menyampaikan,”Dalam beberapa tahun terahir ini, telah dilakukan beberapa hal untuk menangani penyelundupan narkoba, ini ditujukan untuk membantu kelancaran ibadah haji, ini juga mengurangi keresahan warga Iran yang tinggal di Arab saudi.”


Menurut Kantor Berita ABNA, Kepala Dinas Pemberantasan Narkoba Republik Islam Iran, Musthofa Muhammad Najar menyebutkan bahwa salah satu hal yang menjadikan Iran terlihat cacat dimata internasional adalah adanya para pemakai narkoba. Beliau berkata, ”Sudah beberapa tahun ini program khusus dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait serta hal-hal yang lazim sudah dilakukan untuk mencegah adanya peziarah pemakai narkoba, dan pada tahun ini kami berharap tidak ada satupun penangkapan pada ziarah haji yang akan datang.” Kepala urusan penanganan narkoba dan anggota majelis tinggi haji menerangkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini ditujukan untuk mencegah pengiriman narkoba ke Arab Saudi.
Muhammad Najar menekankan, “Jika seseorang membawa narkoba pada saat naik haji, maka dia akan dilarang naik haji dan selamanya tidak diperbolehkan naik haji.” Beliau bertekad untuk mencegah penyelundupan narkoba pada musim haji ini, dan berusaha semaksimal mungkin. Diantara usaha itu, mengadakan pelatihan bagi para calon haji maupun peziarah umrah, penggunaan tekhnologi mutakhir dalam penyidikan, pemeriksaan secara ketat atas bawaan para penumpang dengan tekhnologi canggih dan lain-lain.
Dia menjelaskan, “Dengan adanya kerjasama dinas kepengurusan haji dan badan penanggulangan narkoba diharapkan pada haji tamattu tahun ini, dan tahun-tahun berikutnya tidak akan lagi menemui satupun kasus penyelundupan narkoba ke Arab Saudi melalui jamaah haji, dan seluruh peziarah haji maupun umrah bisa melaksanakan ibadahnya dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat dan penuh berkah.”
Arab Saudi:
600 Ribu Dollar untuk Kehancuran Iran

Salah satu media massa di Irak berhasil mengungkap bahwa kerajaan Arab Saudi menghabiskan dana 600 Dollar untuk menjalankan lima satelit dalam proyek penyebaran fitnah. Fitnah yang ditujukan untuk memecah belah antara kelompok ahlu sunah-syiah, dan untuk menghantam Iran. Semua itu mereka lakukan dibawah naungan Amerika, Inggris, dan Zionis Israel.


Kantor berita ABNA melaporkan, satelit Nahrain net telah dibuat untuk menebarkan fitnah berbahaya serta menciptakan perselisihan antara ahlu sunah dan syiah, berdasarkan laporan ini Muqarran bin Abdul Aziz kepala badan informasi Arab Saudi, memerintahkan pembuatan media provokasi yang baru serta perangkat satelit yang digunakan untuk menyebarkan fitnah di dunia Arab dan dunia Islam. Diberitakan bahwa satelit ini dibuat atas prakarsa Amerika, Inggris, dan rezim zionis. Mereka menggalang dana 600 Dollar untuk menyebarkan fitnah dan kebohongan.

Sumber berita Ma’aridh Saudi di Washington juga menjelaskan bahwa kerajaan Saudi menghabiskan biaya 600 juta dolar untuk proyek ini, bahkan pengeluaran untuk proyek ini bisa mencapai milyaran dolar untuk bisa menyebarkan berbagai macam fitnah diantara ahlu sunah dan syiah serta memunculkan madzhab sufi baru. Berdasarkan sumber berita ini raja Abdullah bin Abdul Aziz telah menyerahkan tugas ini pada dinas bagian informasi dan komunikasi 8 bulan yang lalu. Semua media masa Arab Saudi baik yang didalam atau diluar negeri berhubungan
langsung dengan dinas ini, seperti chanel Al Arabiyah dan dua koran internasional As Syarqul Ausath dan Al Hayah yang diterbitakan di London, Satelit As Syarqiya di Irak, dan AL Lubnaniyah yang berhubungan dengan kelompok 14 Maret. Berdasarkan laporan ini, fitnah yang disebutkan tidak akan disebar di kawasan negara-negara Arab tapi ditujukan pada negara-negara Islam yang lain.
Sumber ini menerangkan tujuan kerajaan menggulirkan proyek dengan dana sebanyak ini adalah agar kerajaan Saudi Arabia menjadi perwakilan dunia Islam yang berwenang sepenuhnya pada dua bangunan suci di Mekah dan Madinah. Saudi merasa sudah cukup terdesak untuk mengambil langkah preventif membendung opini masyarakat Islam yang memandang Saudi sebagai sekutu Israel dan menjadi penentu kelancaran proyek-proyek AS di Timur Tengah. Ratusan juta orang Ahlus Sunnah percaya bahwa Arab Saudi dan AS membela tentara zionis pada saat melawan para pejuang Lebanon dan ketika mereka menyerang Gaza. Anak keturunan raja Arab Saudi yang terhitung orang penting kerajaan berjabat tangan dengan Iyalun menteri luar negeri rezim zionit pada saat konferensi internasional, hal ini menambah keyakinan masyarakat internasional bahwa Arab Saudi memang memiliki hubungan erat dengan Israel.
Sumber ini menambahkan, keberlanjutan hubungan seperti ini akan memperkuat pandangan dunia Islam bahwa Arab Saudi bekerjasama dengan Israel dan disisi lain posisi Iran, Turki, Hizbullah serta Hamas dimata Dunia Islam makin menguat. Karenanya pembuatan satelit-satelit tersebut bertujuan menyerang Iran, Hizbullah maupun Hamas. Dijelaskan juga bahwa pembuatan fitnah oleh Arab Saudi bukanlah hal yang baru, melainkan sudah dimulai sejak jatuhnya rezim Saddam. Sejak itu, departemen informasi dan komunikasi berjuang sekuat tenaga untuk membuat perselisihan antara ahlu sunah dan syiah Mereka juga menggunakan Al Mustaqilah yang mana salah satu pemilik hak khususnya adalah Hasyimi seorang wartawan koran Tunisia yang dekat dengan Zainal Abidin bin Ali seorang aparat pemerintah, media masa yang memiliki masalah dalam pemodalan ini kembali bisa bangkit dengan bantuan pemerintah Arab Saudi.
Saudi Arabia juga menjadi penyuplai dana 14 satelit Ahlus Sunnah di Irak, selain itu juga menjadi pemrakarsa terbentuknya dua satelit Shofa dan Washal. Dua satelit yang secara
khusus menyiarkan siaran yang menyerang syiah disetiap harinya. Dalam siarannya dua satelit ini juga sering menghina orang-orang Ahlul Bait as. Tidak cukup sampai disitu seorang Kuwait Yasser Al Habib terang-terangan menghina Istri Nabi saw. Sumber ini menekankan berdasarkan informasi yang didapatkan dari media yang ada di London dan Arab Saudi kepemimpinan dinas informasi dan komunikasi akan diberikan pada Muqaran bin Abdul Aziz yang masih keturunan raja. Karena itu maka lebih leluasa untuk digunakan menyerang syiah seperti dua satelit yang lain Washal dan Shafa. Ada beberapa bahasa yang digunakan satelit-satelit tersebut diantaranya
Inggris, Pastu, Turki, Urdu, dan Persia.
Kedutaan luar negri Arab Saudi di London 3 bulan yang lalu menerima tiga pembesar Ahlus Sunnah dari Iran yang merupakan penentang pemerintahan Iran, pertemuan itu dilakukan secara teratur. Secara terang-terangan diberitahukan kepada mereka bahwa banyak dana yang dikeluarkan untuk membuat satelit baru dalam rangka perang dingin dengan Syiah dan untuk menciptakan perselisihan antara Ahlus Sunnah dan Syiah.
Kerajaan Arab Saudi berharap bisa membuat 5 satelit yang dikhususkan untuk menyebar berita di Iran, dengan bahasa Persia dan Kurdi untuk melakukan penghancuran di Iran. Ditetapkan juga Muntashir al Buluci seorang prajurit upahan sebagai orang yang berwenang memenejemen salah
satu satelit tersebut. Sumber juga melaporkan bahwa dinas komunikasi dan informasi Arab saudi
ini juga bekerja sama dengan intelijen Inggris, Amerika, dan Israel.
Orang-orang Israel telah mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dengan detail sejak tahun 2005 M, data ini ditawarkan pada kerajaan Arab Saudi untuk kepentingan itu. Dan tujuan paling penting dari usaha perlawanan pada syiah adalah memunculkan fitnah antar madzhab di dunia Arab dan khususnya Libanon. Negara-negara sekitar teluk Persia seperti
Kuwait sesuai konsep zionis merupakan daerah paling tepat untuk mengembalikan nama baik Arab Saudi dimata dunia islam juga diantara negara-negara Ahlus Sunnah lainnya, dengan begitu Arab Saudi tidak menjadi satu-satunya negara yang dinilai melindungi madzhab wahabi, melainkan menekankan bahwa mereka itu pelindung bagi Ahlus Sunnah, selebihnya untuk menarik negara-negara Islam kearahnya dan mengikrarkan pertentangannya dengan Iran.
Mesir:
Untuk Melawat ke Irak, Ulama Al-Azhar Mengajukan Syarat

Doktor Ahmad At Thibi seorang dosen Al Azhar berkata” Jika kondisi di Irak terkendali aku akan melawat ke Irak.”


Menurut Kantor Berita ABNA, dosen universtas Al-Azhar Mesir ini dalam pertemuannya
dengan Hujjatul Islam Sayyid Umar Al Hakim Pimpinan Musyawarah Tinggi Islam Irak berkata, ”Sebenarnya saya punya keinginan melakukan perjalanan ke Irak, namun saya hanya akan bisa pergi jika keamanan di negara ini sudah terkendali.
Al-Azhar
Hujjatul Islam wa Muslimin Umar al Hakim dalam pertemuan ini juga memandang Al Azhar sebagai pusat dunia Islam yang moderat dan berkata, ”Saya menekankan bahwa kami atas nama persatuan masyarakat Syiah dan Ahlus Sunnah Irak mengundang syaikh Al Azhar untuk berkunjung ke Irak.”
Sebenarnya organisasi perkumpulan Syiah di Irak sudah mengundang shaikh Al Azhar ini beberapa waktu yang lalu. Ahmad At-Thibi menanggapi undangan tersebut berkata, ” Jika yang mengundang adalah kelompok Syiah dan Sunni, maka saya akan datang ke Irak.” Beberapa waktu yang lalu organisasi Syiah dan Sunni telah melakukan lawatan ke Mesir dan pada kesempatan itulah dua kelompok ini mengundang Shaikh Ahmad Al Thibi ke Irak, namun sampai sekarang undangan tersebut belum bisa terpenuhi karena kondisi keamanan Irak yang tidak menentu.
Mesir sangat ingin melihat terwujudnya persatuan dan perdamaian di Irak, sehingga Irak bisa kembali memainkan perannya yang signifikan di kawasan Timur Tengah, sebagaimana sejarah pernah mencatat Irak sebagai sebuah negara yang mewariskan karya-karya dan peran penting di dunia Arab. Terkait keberadaan Musyawarah Islam Irak beliau berkata, “Majelis ini
memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mempersatukan kaum
muslimin yang ada di Irak, dan juga merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk memberi penawar atas luka dan kesedihan masyarakat irak.”
Qom, Iran:
Pesan Pimpinan Hauzah Ilmiyah Qom Menyambut Kedatangan Rahbar

Para civitas hauzah dalam kesempatan yang jarang terjadi ini akan memperbaharui janji setia mereka pada rahbar sang pemimpin besar revolusi, dan berlepas diri dari para penebar fitnah, musuh wilayah, serta perusak kemapanan dan keteraturan negara


Menurut Kantor Berita ABNA, dalam pesan yang disampaikan Ayatullah Muqtadari terkait rencana kunjungan Rahbar ke kota suci Qom dalam waktu dekat ini, menyatakan kesiapan melakukan penyambutan terhadap pemimpin besar revolusi Islam tersebut. Masyarakat agamis Qom menilai kedatangan Rahbar sebagai suatu kebanggaan. “Masyarakat Qom adalah orang-orang yang taat beragama dan senantiasa menjadi pembela Ahlul bait as. Mereka masyarakat pecinta ilmu dan mencintai orang-orang yang berilmu. Karenanya, menyambut kedatangan Rahbar bagi masyarakat Qom adalah kebanggaan tersendiri. Bagi mereka, Rahbar adalah sang pahlawan agung revolusi yang dengan kedatangannya, akan memberi cahaya dan pancaran air segar yang mencurahi jiwa-jiwa masyarakat Qom yang rindu akan pribadinya.”
Ayatullah Muqtadari melanjutkan, “Sambutan hangat dari masyarakat Qom atas kedatangan Rahbar mengingatkan kami akan perjuangan 15 khurdad 1342 HQ dan 19 Dei 1356 HQ. Dengan Ridha Allah swt masyarakat dunia akan melihat masyarakat dan Hauzah ilmiah Qom dengan segenap tenaga sebagaimana tahun 1342 dan 1356 HQ akan menyambut kedatangan Rahbar. Mereka akan datang berbondong-bondong diacara besar itu sebagai implementasi penjagaan mereka atas wilayah/kepemimpinan wali faqih, dan sekali lagi, dengan segala bentuk penyambutan ini Qom dengan kebesarannya akan kembali muncul di depan mata.”
Dalam lanjutan keterangannya, Ayatullah Muqtadari mengatakan, “Para civitas hauzah dalam kesempatan yang jarang terjadi ini akan memperbaharui janji setia mereka pada rahbar sang pemimpin besar revolusi, dan berlepas diri dari para penebar fitnah, musuh wilayah, serta perusak kemapanan dan keteraturan negara.”
Diakhir pesannya beliau menegaskan bahwa kedatangan Rahbar ini akan memberikan nafas baru bagi para ahli fiqh, mujtahid, para pelajar agama dan masyarakat kota Qom secara umum.

Majmu'un minal khabar al jadidah

Arab Saudi:
600 Ribu Dollar untuk Kehancuran Iran

Salah satu media massa di Irak berhasil mengungkap bahwa kerajaan Arab Saudi menghabiskan dana 600 Dollar untuk menjalankan lima satelit dalam proyek penyebaran fitnah. Fitnah yang ditujukan untuk memecah belah antara kelompok ahlu sunah-syiah, dan untuk menghantam Iran. Semua itu mereka lakukan dibawah naungan Amerika, Inggris, dan Zionis Israel.


Kantor berita ABNA melaporkan, satelit Nahrain net telah dibuat untuk menebarkan fitnah berbahaya serta menciptakan perselisihan antara ahlu sunah dan syiah, berdasarkan laporan ini Muqarran bin Abdul Aziz kepala badan informasi Arab Saudi, memerintahkan pembuatan media provokasi yang baru serta perangkat satelit yang digunakan untuk menyebarkan fitnah di dunia Arab dan dunia Islam. Diberitakan bahwa satelit ini dibuat atas prakarsa Amerika, Inggris, dan rezim zionis. Mereka menggalang dana 600 Dollar untuk menyebarkan fitnah dan kebohongan.

Sumber berita Ma’aridh Saudi di Washington juga menjelaskan bahwa kerajaan Saudi menghabiskan biaya 600 juta dolar untuk proyek ini, bahkan pengeluaran untuk proyek ini bisa mencapai milyaran dolar untuk bisa menyebarkan berbagai macam fitnah diantara ahlu sunah dan syiah serta memunculkan madzhab sufi baru. Berdasarkan sumber berita ini raja Abdullah bin Abdul Aziz telah menyerahkan tugas ini pada dinas bagian informasi dan komunikasi 8 bulan yang lalu. Semua media masa Arab Saudi baik yang didalam atau diluar negeri berhubungan
langsung dengan dinas ini, seperti chanel Al Arabiyah dan dua koran internasional As Syarqul Ausath dan Al Hayah yang diterbitakan di London, Satelit As Syarqiya di Irak, dan AL Lubnaniyah yang berhubungan dengan kelompok 14 Maret. Berdasarkan laporan ini, fitnah yang disebutkan tidak akan disebar di kawasan negara-negara Arab tapi ditujukan pada negara-negara Islam yang lain.
Sumber ini menerangkan tujuan kerajaan menggulirkan proyek dengan dana sebanyak ini adalah agar kerajaan Saudi Arabia menjadi perwakilan dunia Islam yang berwenang sepenuhnya pada dua bangunan suci di Mekah dan Madinah. Saudi merasa sudah cukup terdesak untuk mengambil langkah preventif membendung opini masyarakat Islam yang memandang Saudi sebagai sekutu Israel dan menjadi penentu kelancaran proyek-proyek AS di Timur Tengah. Ratusan juta orang Ahlus Sunnah percaya bahwa Arab Saudi dan AS membela tentara zionis pada saat melawan para pejuang Lebanon dan ketika mereka menyerang Gaza. Anak keturunan raja Arab Saudi yang terhitung orang penting kerajaan berjabat tangan dengan Iyalun menteri luar negeri rezim zionit pada saat konferensi internasional, hal ini menambah keyakinan masyarakat internasional bahwa Arab Saudi memang memiliki hubungan erat dengan Israel.
Sumber ini menambahkan, keberlanjutan hubungan seperti ini akan memperkuat pandangan dunia Islam bahwa Arab Saudi bekerjasama dengan Israel dan disisi lain posisi Iran, Turki, Hizbullah serta Hamas dimata Dunia Islam makin menguat. Karenanya pembuatan satelit-satelit tersebut bertujuan menyerang Iran, Hizbullah maupun Hamas. Dijelaskan juga bahwa pembuatan fitnah oleh Arab Saudi bukanlah hal yang baru, melainkan sudah dimulai sejak jatuhnya rezim Saddam. Sejak itu, departemen informasi dan komunikasi berjuang sekuat tenaga untuk membuat perselisihan antara ahlu sunah dan syiah Mereka juga menggunakan Al Mustaqilah yang mana salah satu pemilik hak khususnya adalah Hasyimi seorang wartawan koran Tunisia yang dekat dengan Zainal Abidin bin Ali seorang aparat pemerintah, media masa yang memiliki masalah dalam pemodalan ini kembali bisa bangkit dengan bantuan pemerintah Arab Saudi.
Saudi Arabia juga menjadi penyuplai dana 14 satelit Ahlus Sunnah di Irak, selain itu juga menjadi pemrakarsa terbentuknya dua satelit Shofa dan Washal. Dua satelit yang secara
khusus menyiarkan siaran yang menyerang syiah disetiap harinya. Dalam siarannya dua satelit ini juga sering menghina orang-orang Ahlul Bait as. Tidak cukup sampai disitu seorang Kuwait Yasser Al Habib terang-terangan menghina Istri Nabi saw. Sumber ini menekankan berdasarkan informasi yang didapatkan dari media yang ada di London dan Arab Saudi kepemimpinan dinas informasi dan komunikasi akan diberikan pada Muqaran bin Abdul Aziz yang masih keturunan raja. Karena itu maka lebih leluasa untuk digunakan menyerang syiah seperti dua satelit yang lain Washal dan Shafa. Ada beberapa bahasa yang digunakan satelit-satelit tersebut diantaranya
Inggris, Pastu, Turki, Urdu, dan Persia.
Kedutaan luar negri Arab Saudi di London 3 bulan yang lalu menerima tiga pembesar Ahlus Sunnah dari Iran yang merupakan penentang pemerintahan Iran, pertemuan itu dilakukan secara teratur. Secara terang-terangan diberitahukan kepada mereka bahwa banyak dana yang dikeluarkan untuk membuat satelit baru dalam rangka perang dingin dengan Syiah dan untuk menciptakan perselisihan antara Ahlus Sunnah dan Syiah.
Kerajaan Arab Saudi berharap bisa membuat 5 satelit yang dikhususkan untuk menyebar berita di Iran, dengan bahasa Persia dan Kurdi untuk melakukan penghancuran di Iran. Ditetapkan juga Muntashir al Buluci seorang prajurit upahan sebagai orang yang berwenang memenejemen salah
satu satelit tersebut. Sumber juga melaporkan bahwa dinas komunikasi dan informasi Arab saudi
ini juga bekerja sama dengan intelijen Inggris, Amerika, dan Israel.
Orang-orang Israel telah mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dengan detail sejak tahun 2005 M, data ini ditawarkan pada kerajaan Arab Saudi untuk kepentingan itu. Dan tujuan paling penting dari usaha perlawanan pada syiah adalah memunculkan fitnah antar madzhab di dunia Arab dan khususnya Libanon. Negara-negara sekitar teluk Persia seperti
Kuwait sesuai konsep zionis merupakan daerah paling tepat untuk mengembalikan nama baik Arab Saudi dimata dunia islam juga diantara negara-negara Ahlus Sunnah lainnya, dengan begitu Arab Saudi tidak menjadi satu-satunya negara yang dinilai melindungi madzhab wahabi, melainkan menekankan bahwa mereka itu pelindung bagi Ahlus Sunnah, selebihnya untuk menarik negara-negara Islam kearahnya dan mengikrarkan pertentangannya dengan Iran.
Lebanon:
Pertemuan Ahmadi Nejad dengan Kelompok Ulama di Lebanon

Presiden dalam pertemuan dengan ulama Lebanon berkata, "Keyakinan pada penegak keadilan di akhir zaman adalah pemersatu agama-agama yang ada. Para ulama berbagai agama bisa menempatkan tema-tema dan permasalahan mendasar kemanusiaan diatas meja kerja mereka untuk dicari jalan
pemecahannya."


Menurut Kantor Berita ABNA, presiden Ahmadinejad kamis (14/10) dalam pertemuannya dengan para ulama dan rohaniawan Lebanon mengajak mereka untuk menganalisa dan mencari solusi permasalahan mendasar manusia dan berusaha membenahi kondisi dunia. Dalam kesempatan itu, beliau menyebutkan bahwa manusia adalah tujuan dari penciptaan segala sesuatu, maka kapasitas manusia tidaklah terbatas dalam sekat kabilah, kaum, kesukuan, kebangsaan, kenegaraan atau yang lain namun jauh lebih utama dibanding semua itu adalah bahwa manusia adalah sosok yang universal.
Presiden Republik Islam Iran ini mengingatkan bahwa Tuhan yang Maha Tinggi telah menyampaikan hidayah bagi manusia, sebagai manusia sempurna dan selain itu agama adalah sesuatu yang universal dan menyeluruh walaupun pada kenyataannya agama yang didapati ditengah masyarakat baru sekadar kebutuhan atau kemampuan penerimaan masyarakat atas agama itu sendiri. Namun pada dasarnya agama adalah suatu hakekat kebenaran tunggal dan cakupannya adalah seluruh alam semesta.
Beliau dengan menekankan pada persatuan dan mengedepankan poin-poin yang sama dari kedua belah pihak berkata, ”Kewajiban setiap pengikut agama adalah sama dengan tugas para nabi, dijaman ini ajakan pada Tuhan yang esa, keadilan, tujuan suci dan mulia adalah tugas utama orang-orang yang beragama, selain itu, semua memiliki ketergantungan pada utuhnya persatuan."
Doktor Ahamadinejad menyatakan bahwa permasalahan urgen dari manusia sekarang ini adalah jauhnya mereka dari tugas utama kemanusiaan berupa penyembahan pada zat yang Esa dan kehausan pada keadilan. "Pada saat ada beberapa gelintir manusia di dunia yang menyembah Tuhan yang Esa, disisi lain ada juga yang menyembah banyaknya tentara, kekuatan dan kekayaan, berhala-berhala modern serta konsepsi penanaman modal Penyembah tipe kedua inilah sebab utama dari semua perselisihan di dunia." Tegasnya.
Dia mengingatkan bahwa semua agama langit mempercayai adanya orang yang akan bangkit dikemudian hari, dia akan menegakkan hukum keadilan dan rasa cinta didunia. Menurutnya, hal ini bisa dijadikan sebagai titik persatuan dan pergerakan yang sama diantara umat beragama. Persatuan tidak hanya bermakna penafian sosok yang lain tapi ini juga berarti bentuk penghormatan pada bangsa dan negara-negara lain. Dan jika semua berlandaskan pada pengesaan pada Tuhan, penyembahan pada zat yang Esa serta berpatokan pada keadilan maka tidak akan terjadi simpang siur diantara penduduk dunia.
Selanjutnya, Ahmadi Nejad dengan melihat pada nilai penting keberadaan Republik Islam Iran diantara negara-negara lain dan berbagai kejadian didunia memaparkan bahwa Sekarang ini, Iran adalah simbol negara yang haus akan keadilan atas berbagai kelompok dan madzhab dunia. Beliau menekankan bahwa iran bukanlah bermakna ras dan kebangsaan semata, melainkan Iran lebih mengedepankan pada persatuan, penyembahan pada satu Tuhan, dan keadilan. Ahmadinejad sangat menekankan masalah Imam Zaman dan berkata, ”Para pengikut berbagai agama bisa mempersiapkan sarana untuk kedatangan beliau yaitu dengan memperbaiki keadaan dunia dengan saling menyokong satu dengan yang lain serta bertujuan sama."
Pada pertemuan ini beberapa orang ulama dan para pegiat agama dari berbagai kelompok dan madzhab yang berbeda-beda melakukan dialog interaktif terkait agama dan bagaimana menyebarkannya, mereka berkata, ”Iran dengan melihat segi sejarahnya yang mendalam dan kebudayaan Islam yang dimiliki bisa menjadi pemimpin pendekatan antar mazhab di dunia."
Mereka dengan berlandaskan pada keteguhan Iran dihadapan Zionis dan negara-negara yang takabbur mengatakan bahwa orang-orang yang tertindas didunia mengharapkan Iran sebagai pemberi payung bantuan dan kegigihan Iran dihadapan para Zionis merupakan persembahan bagi seluruh pengikut berbagai agama.
Lebanon:
Menjaga Semangat Perlawanan adalah Rahasia Kemenangan Lebanon

Ahmadinejad dalam undangan makan malam Nabih Bari sebagai rangkaian acara dalam lawatannya ke Lebanon, mengatakan, "Menjaga semangat perlawanan adalah rahasia kemenangan Lebanon."


Menurut Kantor Berita ABNA, dengan mengisyaratkan Lebanon sebagai negara yang telah melewati
berbagai medan yang sulit, Ahmadinejad mengatakan bahwa rahasia kemenangan mereka adalah mempertahankan misi yang sama dan penjagaan atas nilai persatuan bangsa. Presiden Ahmadinejad kemarin malam pada undangan makan malam yang diadakakan pimpinan majelis Lebanon dan dihadiri presiden, perdana menteri dan pimpinan tertinggi pemerintahan dan keagamaan Libanon Dalam
sambutan singkatnya berkata:, "Adanya pemimpin yang kuat dan berpengaruh di seluruh kawasan Lebanon dan kesetiaan masyarakat serta adanya kesehatian antara berbagai kelompok yang mewujudkan persatuan memberikan manfaat yang besar bagi sebuah bangsa."
Presiden Republik Islam Iran ini dengan mengisyaratkan Libanon sebagai negara yang telah melewati berbagai medan yang sulit, mengatakan bahwa rumus kemenangan mereka adalah mempertahankan kesamaan tujuan dan penjagaan atas nilai persatuan bangsa. Ahmadi Nejad dengan menekankan bahwa negara-negara dan bangsa-bangsa besar dunia bertanggung jawab atas tercapainya perdamaian dan keadilan serta mengingatkan bahwa tejadinya perdamaian ini adalah harapan semua dan merupakan media pemersatu antar bangsa, dan hal ini tidak bisa dihalangi oleh pihak manapun.
Pada kesempatan itu Pimpinan Majelis Lebanon, Nabih Bari menyinggung banyaknya persamaan antara Lebanon dan Iran terkait kawasan-kawasan dua negara itu dan dalam hubungannya dengan
dunia Internasional. Dia memaparkan bahwa dua negara bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam hubungan persaudaraan dimata dunia. Dengan penekanan terkait dengan persoalan zionis dia berkata :”Perdamaian antar bangsa didunia tidak akan pernah terwujud kecuali rezim zionis berada dibawah pengawasan Energi Atom PBB”. Pimpinan Majelis Lebanon menambahkan dia menekankan dukungannya terkait tema dan program nuklir perdamaian yang dimiliki Iran.
Arab Saudi:
Bantuan 100 Juta Dollar Arab Saudi untuk Iyad Alawi

Beberapa sumber berita menyiarkan bahwa pemerintahan Arab Saudi berjanji akan memberikan bantuan pada kelompok Al Irakiah yang dikepalai oleh Iyad Alawi, selain itu mereka juga melarang untuk meninggalkan partai ini.


Menurut Kantor Berita ABNA, dari nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi secara implisit menyampaikan bagi orang-orang yang setelah ini meninggalkan partai Al Irakiah akan mendapat 15 juta dolar sehingga mereka kembali ke partai yang disebutkan, orang-orang ini telah meninggalkan Al Irakiah dengan alasan untuk membangun pemerintahan yang berhasil dengan berpindah ke partai yang memenangkan pemilu.
Muwafak Robi’I penasihat Bidang keamanan pemerintahan Irak mengabarkan sebelum pemilihan umum di Irak, Arab Saudi telah menyerahkan satu juta dolar pada Iyad Alawi untuk keperluan kampanye dalam pemilihan umum nanti, dia juga menyebutkan tujuan tersembunyi dibalik semua itu.
Pemerintahan Arab Saudi dalam waktu tiga tahun terahir dengan slogannya untuk melindungi hak-hak Ahlus Sunah di Irak telah bergerak melalui kekuatan promosi dan dana. Pada pemilihan umum terakhir Iyad Alawi telah mendapatkan bantuan begitu banyak untuk keperluan kampanye dan penyerangan pada kelompok syiah melalui media massa sekutu maupun yang berada dibawah kendalinya seperti Uluwiyah, Al Jazirah dan Syarqul Ausath. Salah satu hasil dari kerjasama ini adalah penghinaan yang dilakukan Al Jazirah pada ayatullah Syistani orang terkemuka syiah di Irak.

Hari senin Iyad Alawi akan melakukan pertemuan dengan raja Arab saudi Abdullah bin Abdul Azis, pada pertemuan yang juga dihadiri menteri keamanan dan penasihat kerajaan Saudi, Iyad Alawi akan memaparkan kondisi politik di Irak. Tujuan lawatan terakhir Iyad Alawi ke dunia arab seperti Mesir dan Arab Saudi adalah untuk menjaga hubungan dan agar Al Irakiah selalu mendapat bantuan berkelanjutan dari mereka.
Mesir:
Syarat Rektor Al-Azhar ditolak Ulama-ulama Mesir

Sekelompok ulama Mesir mengajukan protes terhadap syarat yang diajukan Rektor Al-Azhar dalam rangka membangun hubungan diplomatik dengan Iran.


Menurut Kantor Berita ABNA, beberapa pelajar agama dan ulama Islam di Mesir menyatakan ketidaksepakatannya mengenai keputusan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berkaitan dengan persyaratan yang diajukannya dalam menjalin hubungan diplomatik Teheran-Kairo.
Shaikh al Azhar sebelum menghadiri pertemuan dengan wakil Presiden dan Menteri Kebudayaan Iran, mengajukan syarat agar pemerintah Iran menghancurkan makam Abu Lu’lu yang disebut sebagai pembunuh sahabat Umar bin Khattab. Sebelum pembongkaran pemakaman itu dilakukan katanya, tidak ada hubungan diplomatik apapun antara Teheran-Kairo.
Menyikapi pernyataan Rektor Al-Azhar tersebut, Dr. Zaghlul an Najar, seorang angora Komite Akademi Islam Mesir berkata, “Pembicaraan mengenai hubungan diplomatik Iran-Mesir bukan haknya Rektor Al-Azhar. Rektor Al-Azhar maupun wakil presiden ataupun menteri-menteri tidak memiliki hak dalam hal ini. Yang berhak menentukan hubungan diplomatik Mesir dengan Iran adalah presiden Mesir sendiri."
Pakar Islamologi ini menambahkan, “Dalam hubungan mesir dengan Iran banyak hal lain yang lebih penting dibicarakan dari pada mengurusi makam pembunuh Umar bin khatab.” Sementara Syaikh Yusuf al Badri, salah seorang ulama Iran berkata, “Persyaratan yang diajukan Rektor al Azhar terkait hubungan diplomatik antara Iran dan Mesir dengan penghancuran pemakaman pembunuh Khalifah Umar bin Khattab tidak berharga dan sia-sia. Tidak mungkin hanya karena dikarenakan sebuah makam, hubungan diplomatik antar dua negara tiba-tiba terhenti.”
Isham Urban, pimpinan bidang politik Ikhawanul Muslimin juga menyatakan ketidaksepakatannya dengan adanya persyaratan itu. Bahkan ia terkejut dengan adanya pernyataan tersebut, sebab dia sendiri belum bisa memastikan makam pembunuh Umar bin Khattab itu benar-benar berada di Iran atau tidak.
Dia menambahkan bahwa semua faktor penghalang terjalinnya hubungan diplomatik antara Iran dan Mesir harus disingkirkan. Menurutnya, hubungan diplomatik tidak dapat dibatasi oleh keberadaan sebuah makam. Hubungan antara Teheran dan Kairo sudah mulai tidak terjalin sejak terjadi Revolusi Islam Iran. Dan sampai sekarang hubungan kedua negara hanya tingkat keberadaan kantor kedutaan besar masing-masing di ibukota negara.
Sampai sekang masih disinyalir oleh kebanyakan orang, bahwa makam pembunuh Umar bin Khattab tersebut berada di Iran tepatnya di kota Kasyan. Sementara dari sebuah penelitian mendalam, banyak riwayat yang menuliskan pembunuh khalifah kedua tersebut tidak berada di Iran melainkan di Madinah. Diceritakan setelah menyabetkan pedangnya ke kepala Imam Ali as, si Abu Lu’lu terjebak dan tidak bisa keluar dari Madinah. Ia kemudian terpojok dan membunuh dirinya sendiri dengan pedang yang dipakai untuk membunuh sahabat Umar. Karenanya, besar kemungkinan makam dari pembunuh Umar bin Khattab yang diklaim sebagai Majusi Persia tersebut berada di Madinah. Sebab tidak mungkin dalam kondisi terluka, ia kembali ke Iran dan dimakamkan di Kasyan Iran.

Sabtu, 21 Agustus 2010

ANALISIS KWIK KIAN GIE

ANALISIS KWIK KIAN GIE

ENTAH bagaimana asal usulnya, lambat laun orang Indonesia mempunyai
kumpulan istilah yang mempunyai arti yang sangat berlainan dengan yang
dipahami oleh masyarakat internasional. Sebagai contoh adalah kata
"konglomerat". Di Indonesia kata "konglomerat" mempunyai arti sebagai
pengusaha raksasa yang kaya raya. Biasanya juga berkonotasi jelek.
Padahal arti "konglomerat" adalah banyak perusahaan yang beraneka
ragam, yang dimiliki oleh satu orang atau satu kelompok persekutuan
usaha.

Maka "konglomerat" adalah istilah yang sangat netral, hanya
menggambarkan sesuatu yang bebas nilai. Dalam arti yang netral dan
bebas nilai itu, konglomerat bisa terdiri dari 5 perusahaan kecil atau
menengah. Seorang yang mempunyai 3 supermarket, dan juga mempunyai
kebun sayur-sayuran, serta perusahaan pengepakan kerupuk, emping,
kacang dan sebagainya adalah konglomerat, yaitu dia mempunyai
conglomerate of companies atau conglomerate of firms.

Dalam bidang ekonomi, kata "kapitalisme" dan kata "liberalisme" juga
mempunyai arti tersendiri di Indonesia yang sangat berlainan artinya
dibandingkan dengan yang dipahami oleh masyarakat internasional.

Ketika saya mengatakan bahwa sistem ekonomi yang paling baik bagi
Indonesia adalah sistem kapitalisme yang didasarkan atas mekanisme
pasar, langsung saja banyak reaksi yang mengatakan bahwa pernyataan
ini menyimpang dari UUD 1945 dan Pancasila. Demikian juga ketika saya
mengatakan bahwa liberalisme yang masih murni, yaitu yang belum
tergelincir pada liberalisme gontokan bebas atau free fight
liberalism, itu cocok dengan UUD 1945, langsung saja saya "diganyang".

Tentang kapitalisme, mekanisme pasar dan liberalisme yang mempunyai
konotasi jelek dan bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila dan
sebagainya itu mungkin sebabnya adalah retorika-retorika Bung Karno
dahulu yang mengganyang semua paham tersebut di atas sebagai embahnya
imperialisme dan kolonialisme. Menurut yang dapat saya pahami, ketika
itu Bung Karno melihat bahwa yang menjajah Indonesia adalah Belanda,
yang sistem ekonominya adalah kapitalisme yang didasarkan atas
mekanisme pasar dan liberalisme. Karena itu langsung saja ditarik
garis bahwa kapitalisme mesti mengakibatkan imperialisme dan
kolonialisme.

Kita tidak boleh melihat sebagai demikian. Imperialisme dan
kolonialisme adalah keserakahan yang terwujud dalam
kesewenang-wenangan terhadap bangsa lain, titik. Tidak ada urusannya
dengan sistem kapitalisme, mekanisme pasar dan liberalisme. Bahwa
Belanda adalah negara kapitalis adalah suatu kebetulan. Tidak ada
hukum yang mutlak berlaku dan mengatakan bahwa kapitalisme mesti
menghasilkan imperialisme dan kolonialisme.

Seandainya Belanda menganut faham komunisme, dalam era di mana koloni
menjadi mode, pasti juga akan menjajah Indonesia. Siapa bilang bahwa
negara-negara komunis tidak imperialistis dan kolonialistis? Jadi saya
memang berbeda pendapat dengan Bung Karno kalau beliau menganggap
sebagai hukum bahwa kapitalisme mesti menghasilkan imperialisme dan
kolonialisme.

Bung Karno buat saya adalah salah seorang pemikir dan pemimpin besar
di dunia. Pandangannya yang visioner luar biasa, dan sangat banyak
pikirannya yang brilyan. Tetapi ini tidak berarti bahwa tidak ada satu
kalimat pun yang salah dari semua pikiran dan ucapannya. Lagi pula, di
zamannya situasi dan kondisi dunia sangat berlainan dengan sekarang,
sehingga banyak pola pikir yang dikemukakan di zamannya, sekarang ini
sudah ketinggalan zaman.

* * *

APA arti dari kapitalisme? Yang saya mengerti, dan juga yang menurut
saya dimengerti oleh orang-orang sedunia adalah dibolehkannya orang
perorang memiliki kapital, baik dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk
alat-alat produksi. Dibolehkannya kapital yang tunai dipinjamkan
dengan maksud memperoleh bunga, sehingga kapitalnya tumbuh menjadi
besar. Dibolehkannya orang per orang itu menggunakan kapitalnya untuk
berusaha, yaitu ikut serta dalam kegiatan produksi dan distribusi
dengan maksud memperoleh laba. Juga dibolehkannya memutarkan kapital
miliknya dalam surat-surat berharga di Bursa Efek. Dibolehkannya laba
ini ditumpuk terus yang semuanya menjadi hak milik pribadinya yang
mutlak dan tidak boleh diganggu gugat. Besarnya kapital yang dimiliki
oleh orang per orang itu juga tidak dibatasi. Kapitalnya boleh
berakumulasi sampai berapa pun besarnya.

Bukankah selama Bung Karno Presiden RI, keadaan seperti yang saya
gambarkan itu yang berlaku? Bukankah Bung Karno memang membolehkan
orang per orang memiliki kapital tanpa batas, yang boleh dikembangkan
terus sampai menjadi besar? Bukankah dalam hubungan pribadinya pun,
Bung Karno berteman akrab dengan kaum kapitalis seperti Dasaad,
Bakrie, Jasin Tambunan, dan Hasyim Ning?

Ya, katanya, tetapi yang dipermasalahkan bukannya apa dan bagaimana
sikap Bung Karno. Yang dipermasalahkan adalah bahwa faham kapitalisme
itu bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan GBHN. Siapa bilang?

Mari kita periksa bagaimana bunyi UUD 1945 dan GBHN. Pasal 33 UUD 1945
berbunyi:

1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
kekeluargaan.

2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

3. Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai
oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dalam penjelasannya dipertegas dengan kalimat-kalimat yang antara lain
berbunyi: "Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang
banyak boleh ada di tangan orang seorang."

Jadi UUD kita mengenal pembedaan antara barang yang menguasai hajat
hidup orang banyak, dan yang tidak. UUD kita juga mengenal pembedaan
antara barang yang merupakan "bumi, air dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya", dan yang tidak.

Dua kategori ini, yaitu perusahaan yang menguasai hajat hidup orang
banyak, dan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya
harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyat.

Presiden Soeharto telah berkali-kali menegaskan bahwa yang diartikan
dengan "dikuasai" bukannya dimiliki atau dieksploitasi oleh negara
sendiri, tetapi dikuasai harus diartikan sebagai "diatur". Maka dengan
kata "penguasaan" yang ditafsirkan secara operasional menjadi
"diatur", setelah melalui pengaturan oleh pemerintah, "barang dan
cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat
hidup orang banyak", dan "bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung
di dalamnya" boleh menjadi milik orang seorang, atau eksploitasinya
dikuasakan kepada orang seorang dengan perolehan laba buat orang
perorang itu. Maka kita saksikan bahwa perusahaan-perusahaan swasta
sudah berusaha dalam bidang-bidang jalan tol, telekomunikasi, listrik,
pengelolaan pelabuhan, perusahaan penerbangan dan public utilities
lainnya. Ada pun dalam bidang bumi, air dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya, kita saksikan adanya kayu, emas, dan
pulau-pulau yang pengelolaan atau pemilikannya di tangan swasta.

Negara yang mewakili rakyat memang mendapat bagian, tetapi sebagai
pemilik pasif yang mendapatkan porsi sebesar sekitar 10 persen dalam
hal kayu dan emas Busang. Walaupun rakyat sebagai pemilik kekayaan
alam hanya mendapatkan sekitar 10 persen, tetapi karena sudah "diatur"
yang harus ditafsirkan sebagai "dikuasai" oleh negara, maka ketentuan
pasal 33 konstitusi sudah dipenuhi.

Bahwa kata "dikuasai" tidak mesti berarti "dimiliki", melainkan bisa
dijabarkan secara operasional sebagai "diatur" masuk akal. Apakah
pengaturannya in concreto itu lebih dekat dengan semangat UUD 1945
atau sangat jauh, itu yang bisa kita perdebatkan. Jadi kita bisa dan
harus memperdebatkan, apakah pengaturan bahwa hasil kayu dan emas
Busang yang jatuh di tangan rakyat hanya sekitar 10 persen itu sesuai
dengan semangat UUD 1945, atau sangat jauh dengan UUD 1945? Tetapi
mengatakan bahwa kapitalisme bertentangan dengan UUD 1945 tidak benar.

* * *

DALAM GBHN, paham kapitalisme dan liberalisme lebih-lebih lagi
menonjol, walaupun disertai persyaratan bahwa semuanya harus berfungsi
sosial. Di negara-negara lain yang sangat dan teramat kapitalis,
kapital memang selalu dibuat berfungsi sosial melalui perpajakan,
instrumen-instrumen distribusi kekayaan dan pendapatan, sistem jaminan
sosial, sistem perburuhan dan masih sangat banyak lagi perangkat,
pengaturan, lembaga dan sebagainya, yang membuat kapital berfungsi
sosial. Fungsi sosial tidak mengurangi kenyataan bahwa ekonomi kita
adalah atas dasar kapitalisme dan liberalisme. Bagaimana bunyi GBHN?

Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh
bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Bagian pertama dari kalimat ini, yaitu "hak milik perorangan diakui"
adalah kapitalisme. Bagian kedua yang mengatakan "pemanfaatannya tidak
boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat" adalah fungsi
sosial. Bagaimana operasionalnya merupakan topik tersendiri yang sudah
sering saya kemukakan di media massa.

Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara
di-perkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan
kepentingan umum.

Bagian pertama dari kalimat tersebut, yaitu "potensi, inisiatif dan
daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya" adalah
liberalisme. Bagian kedua dari kalimat yang berbunyi "dalam
batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum" adalah fungsi
sosial. Bagaimana operasionalisasinya juga sudah sering saya kemukakan
di media massa. Di sini pun fungsi sosial tidak mengurangi ciri
liberalisme. Fungsi sosial bahkan mendekatkan liberalisme pada
liberalisme murni yang belum terjerumus pada liberalisme gontokan
bebas atau free fight liberalism. Apa yang diartikan dengan
liberalisme murni dan liberalisme gontokan bebas, sudah sering saya
kemukakan di media massa.

Bagaimana dengan semangat koperasi yang begitu menonjol di dalam
penjelasan pasal 33 UUD 1945? Apakah tidak bertentangan dengan
kapitalisme? Sama sekali tidak. Koperasi dimiliki oleh orang perorang
atau individu-individu. Pada akhirnya individu-individu inilah yang
memiliki kapital yang dihimpun dan diputarkan secara komersial di
dalam koperasi. Karena para pemiliknya bersifat massal, dan kurang
lebih merata (one man one vote), maka Swedia yang perekonomiannya
sangat kuat bercirikan koperasi disebut volkskapitalisme, atau
kapitalisme rakyat.

Kata kapitalisme bahkan dipakai juga untuk negara komunis, di mana
orang per orang atau orang partikelir tidak boleh berusaha sama sekali
dan tidak boleh memiliki modal. Paham negara-negara ini juga disebut
staatskapitalisme, atau kapitalisme negara. Dengan demikian menjadi
jelas, bahwa "kapitalisme" adalah istilah yang netral dan bebas nilai.
Bagaimana bisa dikatakan menyimpang dari nilai-nilai UUD 1945?

Apakah dengan demikian pedagang asongan dan pedagang kaki lima itu
kapitalis? Jelas, karena mereka tidak mempunyai majikan. Mereka
mandiri, walaupun gurem. Hampir semua kapitalis besar mulainya dari
pedagang asongan, kaki lima, tradisional, nonformal dan gurem. Sudah
waktunya kita berpikir jernih, membebaskan diri dari dogma, retorika
dan slogan yang kosong atau menyesatkan. Kita sudah lama merdeka,
sehingga kemampuan kita berfalsafah dan berkomunikasi dengan dunia
juga sudah maju. Jargon yang pengertiannya sudah universal juga sudah
waktunya kita pakai, terutama dalam era globalisasi.*

Kentutologi...just for refresing

Sekali-sekali tidak ada salahnya mengadakan penelitian mengenai masalah kentut, mungkin ada rekan-rekan yang menilai bahwa ini jorok, tetapi tanya saja sama diri sendiri, manusia mana di dunia ini yang tidak pernah kentut. Apakah kata “kentut” ini harus diganti oleh kata “bersiul” agar lebih sopan kedengarannya, tentu tidak mungkin bukan. Kentut adalah Kentut tidak bisa diperhalus maupun dipersopan.

1. Dari mana asal kentut ?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.

2. Apa komposisi kentut ?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya jangan suka nahan kentut).

3. Kenapa kentut berbau busuk ?
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.

4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi ?
Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas. (Dan diameter lubang anus anda, hihihi)

5. Kenapa kentut yang busuk itu hangat & tidak bersuara ?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya, tapi SBD (Silent But Deadly).

6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari ?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.

7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur ?
Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke awasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit & berbelit-belit. (Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung).

8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan kehidung orang lain?
Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu,kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara ‘transmitter’ dengan ‘receiver’. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.

9. Apakah setiap orang kentut ?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih bisa kentut. (Makanya gak usah malu kalo sering kentut)

10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan ?
Tidak ada kaitannya dengan gender.. Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya, & saat kentut banyak sekali jumlah yg dikeluarkan. (Makanya kentut perempuan lebih bau, ha..ha….)

11. Saat apa biasanya orang kentut ?
Pagi hari di toilet. yang disebut “morning thunder”. Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.

12. Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, erbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).

13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut ?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).

14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ?
Tidak… sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak.

15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor..Tapi bermigrasi ke bagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.

16. Mungkinkah kentut terbakar ?
Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. (Kalo naik gunung, lupa bawa korek api tapi mau masak indomie, pakai aja kentut buat nyalain kompor)

17. Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ?
Jangan mengada-ada. .. konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.

18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk ?
Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau. (Makanya lebih baik pelihara gajah di rumah daripada anjing).

19. Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau mencium bau kentut terlalu banyak. (Makanya yang punya hobi cium bau kentut, sebaiknya dikurangin)

20. Apakah warna kentut ?
Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.

21. Kentut itu apakah asam, basa atau netral ?
Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).

22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ?
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur(belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.

Bener-bener mengharukan dech…
Terkadang .. ketika Anda menangis .. tak seorang pun yang menyadari linangan air mata Anda.
Terkadang .. ketika Anda amat sedih .. tak seorang pun yang melihat kepedihan hati Anda.
Terkadang .. ketika Anda bahagia .. tak seorang pun yang memperhatikan senyum mengembang di bibir Anda.
Akan tetapi, ketika Anda kentut .. semua orang menoleh ke diri Anda.
Mengharukan nggak, sih ???

Sumber dari tulisan kentut ini tidak jelas sama seperti kentut itu sendiri, yang sudah pasti bukan hasil kentut sendiri.[]
sumber maulanusantara blog

Jumat, 20 Agustus 2010

lebaran sebentar lagi

maksa banget ya.....
padahal ramadhan baru saja dimulai..







alll met menunaikan ibadah puasa...walau telat ngucapinnya

Puasa........memuasakan

buat apa kita berpuasa....semua ajaran isalam itu bermanfaat bagi manusia nah untuk puasa apa saja manfaatnya mari kita lihat...
Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer belum mampu mengungkap hakikat puasa.
-
Manfaat puasa, setelah diteliti melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia serta aktivitas fisiologisnya, peneliti menemukan bahwa puasa, secara jelas adalah sesuatu yang sebaiknya dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya dengan baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Oleh karena itu puasa adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia agar tetap sehat. Jika manusia tidak bisa tidur, tidak makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Demikian pula tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.
-
Pentingnya puasa bagi tubuh karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus membuang sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh agama Islam, lamanya adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.
-
Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hormon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang : “bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu”. Puasa yang baik bagi tubuh manusia itu syaratnya adalah dengan melakukannya selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan.
-
Tom Branch dari Columbia Press mengatakan :
-
“Aku menganggap bahwa puasa adalah pengalaman rohani yang sangat luar biasa, lebih besar daripada pengalaman biologis/badan semata. Semula aku berpuasa dengan tujuan mengurangi berat badan yang berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa puasa tersebut bermanfaat sekali bagi kejernihan fikiran. Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Belum berlalu beberapa hari aku melakukan puasa, namun aku telah mendapat pengaruh kejiwaan yang demikian besar ! “
-
“Aku telah berpuasa beberapa kali hingga sekarang. Dan aku biasanya memilih waktu antara 1 sampai 6 hari. Pada awalnya tujuan puasaku adalah untuk menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi. Selanjutnya aku berpuasa untuk membersihkan jiwaku dari hal-hal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, aku melihat banyak kedhaliman dan kebrutalan di dalamnya hidup manusia. Aku banyak berpikir dan merasa bertanggung jawab terhadap keadaan mereka, maka akhirnya aku berpuasa untuk menghilangkan fikiran-fikiran itu.”
-
“Setiap kali aku berpuasa perasaan tertarik pada makanan benar-benar hilang, dan aku merasakan badanku sangat rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku jauh dari fantasi-fantasi, emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka ngerumpi, juga hilang perasaan takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya ketika aku berpuasa. Dan sungguh aku merasakan pengalaman yang begitu mengesankan bersama dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin juga puasa yang dilakukan selama 1 bulan oleh kaum muslimin (sebagaimana aku melihat mereka di Turki, Suriah, dan Quds) adalah penyebab yang menjadikan jiwa-jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di belahan dunia manapun.”
-
Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah
-
Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan makan waktu berbuka puasa, adalah “dokter” yang paling murah. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka. Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa biji kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.
-
Dan ini sebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan merasa kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan dikirim ke dalam darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau kekuatan kepada badan.
-
Adapun jika kita langsung makan daging, sayuran dan roti, setelah lapar karena puasa, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat dan vitalitas, bahkan ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan.
-
Mencegah Tumor
-
Puasa juga berfungsi sebagai “dokter bedah” yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan bisa menggerakkan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penumpukan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.
-
Menjaga Kadar Gula Dalam Darah
-
Puasa sangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yang baik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetis.
-
Sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap penyakit diabetis ini di seluruh dunia dengan mengikuti “sistem puasa” selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabetis tanpa menggunakan sedikitpun obat-obatan kimiawi.
-
Mengobati Penyakit-Penyakit Kulit
-
Sesungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena dengan berpuasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang pula kandungan air pada kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada:
-
1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit penyakit mikroba dalam perut.
2.-Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit
—yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis —(sakit kulit kronis).
3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit —-berlemak.
-
Ny. Ilham Husain, seorang puteri Mesir menuturkan pengalamannya :
-
“Ketika aku berusia 10 tahun, aku menderita penyakit kulit yang kronis. Penyakit ini muncul dengan warna merah, dan aku tidak menemukan satu jenis obat pun. Dokter-dokter spesialis kulit terkenal di Mesir berkata kepada ayahku: “Kalian harus membiasakan dengan hal ini dan membiasakan hidup dengan penyakit ini, karena penyakit ini adalah tamu yang memberatkan dan memakan waktu lama.”
-
“Ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun dan dekat dengan waktu pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari masyarakat, aku benar-benar tertekan.” Akhirnya, salah seorang sahabat ayahku yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat kepadaku: “Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari, kemudian engkau berbuka (makan) sehari, sebab hal itulah yang menyembuhkan suamiku dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter. Akan tetapi, lakukanlah dengan pengertian bahwa pemberi obat adalah Allah, dan sesungguhnya sebab terjadinya penyembuhan seluruhnya ada di tangan-Nya. Maka, mohonlah kesembuhan terlebih dahulu kepada-Nya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu berpuasalah.”
-
“Maka aku pun melakukan puasa dan mulai meneliti hal-hal yang bisa membebaskan aku dari penyakit yang menyelimutiku itu. Aku membiasakan diri ketika berbuka puasa mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah 3 jam aku baru makan makanan berat. Aku makan (tidak puasa) pada hari ke dua, lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya. Maka mulailah terjadi hal yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku derita itu mulai sembuh setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku sampai tidak percaya pada diriku, dan aku memulai hidup seperti orang biasa. Aku melihat bekas sakitku itu sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-benar sembuh. Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut sampai kini.”
-
Mencegah Penyakit Asam Urat.
-
Penyakit asam urat (gout) yang sering dijuluki “penyakit orang kaya”, disebabkan karena kelebihan makanan yang banyak mengandung asam urat (hati, otak, jeroan, sarden, remis, angsa, alkohol, makanan yang diawetkan dalam kaleng, kacang-kacangan, emping, kembang kol, bayam, asparagus). Terlalu banyak makan makanan yang banyak mengandung asam urat tersebut akan menyebabkan kelebihan asam urat (uric acid) dan menumpuk di persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Juga jika kelebihan makan daging yang mengandung asam urat, tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging, akibatnya asam urat akan menumpuk di persendian. Dan ketika persendian terkena penyakit “asam urat” (gout), maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang luar biasa.
-
Terkadang kadar asam urat berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal dan akan menjadi batu ginjal. Dengan mengurangi porsi makan dapat menyembuhkan penyakit ini.
-
Mengurangi Tertimbunnya Kolesterol
-
Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah ini (mayoritasnya adalah non-muslim) menegaskan akan manfaatnya puasa, karena puasa bisa mengurangi lemak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Kelebihan kolesterol dalam tubuh, bisa menyebabkan penyakit jantung.
-
Menghilangkan Sakit Persendian Tulang
-
Sakit persendian biasanya akan timbul setelah berlalunya waktu yang panjang. Dengan bertambahnya usia maka organ-organ tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitan pun akan menyertainya, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya, kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang.
-
Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasanya puasa bisa menyembuhkan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. Pada kondisi puasa ini, badan manusia akan dibersihkan dari mikroba maupun bakteri penyebab penyakit. Percobaan ini dilakukan terhadap sejumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan.
-
Sulaiman Rogerz dari New York menuturkan pengalamannya:
-
“Aku pernah mengalami penyakit dis-fungsi persendian tulang yang sangat kronis selama tiga tahun yang lalu, padahal penyakit ini tidak terlalu berat waktu itu namun aku tidak bisa berjalan jauh dan tidak mampu duduk lebih dari setengah jam. Aku sudah mencari obat dari berbagai jenis akan tetapi semuanya gagal.”
-
“Kemudian aku berkenalan dengan seorang kawan namanya Zanji Irfani di sebuah jalan yang menuju masjid dan kami waktu itu sedang di bulan Ramadhan. Dia menganjurkan aku agar aku ikut berpuasa dengan harapan penyakitku bisa sembuh. Aku sangat terheran-heran dengan metode puasa itu sendiri, akan tetapi aku terus mempelajari aturan puasa Islam ini, karena aku merasa aturan puasa ini lebih menyejukkan hati dan juga aku merasa aturan puasa ini bisa mencegah munculnya zat-zat yang berbahaya dan menyeimbangkan hal-hal yang tidak stabil di dalam tubuh. Dua hal inilah masalah yang paling susah yang aku alami di New York.”
-
“Dan sungguh aku mencoba untuk berpuasa sehari waktu itu, aku hanya makan sayur-sayuran, buah-buahan dan kurma saja ketika berbuka puasa. Aku tidak makan apapun setelah itu kecuali ketika sahur. Akhirnya kini aku bisa berjalan jauh dan aku bersyukur bisa berjalan cepat. Dan akhirnyapun hilang semua nyeri yang selama ini aku alami. Puasa ini merupakan satu-satunya cara yang aku temui yang bisa mengobati penyakitku ini. Maka akupun mengucapkan syukur pada Allah atas limpahan nikmat-Nya .”
-
Diakhir ceriteranya, Sulaiman berkata: “Sesungguhnya puasa memiliki keutamaan besar sekali bagiku, andai engkau melihat bagaimana aku ikut menjalankan puasa di bulan Ramadhan setiap tahun, tentu engkau akan mengatakan: “Ah, layaknya wajahmu seperti anak kecil saja tidak seperti orang yang berusia 40 atau 50 tahun.“

ini sumbernya

Minggu, 27 Juni 2010

Pembangunan dalam Perspektif Imam Khomaini

Memutar Arah Jarum Pembangunan
Arah teoritis pembangunan hingga akhir dekade enam puluhan, berputar pada poros economic paradigm, sebagai jantung yang memompa urat nadinya. Pembangunan, diukur dengan meteran ekonomi. Kemajuan pembangunan sebuah negara, seringkali ditakar berdasarkan suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita, dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonominya. Maka, tidak heran ketika terma pembangunan mengalami peralihan makna menjadi economic development. Karena, inilah yang dianggap tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Dalam skala global, arus ini melahirkan paradoks. Ide pembangunan kontemporer yang menyakini globalisasi sebagai darah yang selalu dialirkan, dipercaya mampu memberikan efek positif yang menguntungkan. Dalam dataran praktis, ternyata hal tersebut tidak selalu demikian. Arus ini, menciptakan kemakmuran bagi negara-negara maju, namun menimpakan derita pada negara-negara berkembang dan terbelakang. Inilah “kemakmuran yang mencemaskan”, sebagai anak kandung pembangunan.
Krisis finansial yang melanda Asia Timur dan Asia Tenggara merupakan bukti ril ekses negatif pembangunan dengan corak demikian. Globalisasi dan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai, tidak selalu diikuti pemerataan dan keadilan sosial. Bahkan, sebagaimana dikemukakan Mubyarto dan Daniel W. Bromley dalam karyanya, A Development Alternative for Indonesia (2002), menyebutkan setidaknya pada kasus Indonesia, terdapat dua problem serius. Pertama, model ini sangat rentan terhadap kondisi eksternal, serta volatilitas pasar finansial dan komoditas. Kedua, kemajuan ekonomi yang telah dicapai ternyata sangat tidak merata, baik antar daerah maupun antar kelompok sosial ekonomi. Para pakar mengajukan kritik yang hampir senada, antara lain: Joseph Schumpeter, Daniel Bell, Irving Kristol, Gunnar Myrdal, Paul Omerod, Umar Ibrahim Vadillo, Critovan Buarque, dan Joseph Stigliz.
Sejak permulaan dekade tujuh puluhan, jarum pemikiran mulai diputar dari arah yang berlawanan. Pandangan dunia (word view) dan nilai (value) yang selama ini kurang mendapatkan perhatian, bahkan relatif dinegasikan perannya dalam pembangunan, kembali menjadi sorotan. Schumpeter dalam magnum opusnya, History of Economic Analysis (1959: 79-106) menyodorkan kontribusi early Christian Thought terhadap ilmu ekonomi.
Adanya kontribusi pemikiran keagamaan terhadap pengetahuan, semakin menguatkan dugaan tentang peran nilai dan pandangan dunia dalam perkembangan pengetahuan. Kini, studi tentang pemikiran sosok agamawan yang concern terhadap problematika sosial dan perkembangan pengetahuan semakin marak dikaji, diantaranya Imam Khomaini.
Maestro revolusi yang juga seorang mullah ini, merupakan icon of change yang menarik banyak peneliti. Betapa tidak, beberapa pandangannya dalam politik seperti wilayah al-Faqih, menjadi basis yang kuat dalam sistem ketatanegaraan Iran. Namun hingga kini, terutama di Tanah Air sendiri, kajian terhadap pandangannya tentang pembangunan tidak begitu nyaring terdengar. Tulisan ini, berupaya memperkenalkan gagasan pembangunan dalam pandangan Imam Khomaini, sebagai alternatif dari kebuntuan teori pembangunan yang selama ini berkiblat kepada Barat. Tentu saja dengan segala keterbatasan yang ada, tulisan ini terbuka untuk dikaji lebih ekstensif ke depan.
Dalam kajian ini, pandangan imam khomaini tentang pembangunan didekati melalui qualitative approach dengan metode content analysis. Melalui metode tersebut, berbagai teks dalam shahifah nur yang relevan dengan terma pembangunan, dianalisis dan diberi interpretasi. Tentu saja, dengan menjaga tiga syarat seperti yang disarankan Lindzey dan Aronson (1982) yang dikemukakan kembali oleh Noeng Muhadjir (2000:68-71), yaitu: objektivitas, pendekatan sistematis dan generalisasi.[1]
Melacak Jejak Filosofis Pembangunan
Konsepsi pembangunan tidak bisa dilepaskan dari basis filosofisnya. Prinsip pembangunan model klasik, neo klasik dan welfare state yang dijadikan pijakan hingga saat ini, masih berdiri di atas kaki Jeremy Bentham (1748-1832), founded the doctrine of utilitarianism.
Menurut Bentham, nilai manusia ditimbang berdasarkan kebahagiaan yang diperolehnya. Sebuah tindakan seseorang dikatakan baik, jika mampu meningkatkan kepuasan bagi dirinya. Namun jika tidak, maka harus ditinggalkan. Berdasarkan pandangan ini, kepuasaan berbanding lurus dengan utilitas yang diperolehnya. Seraya melantunkan alunan merdu Bentham, ”the greatest happiness of the greatest number.”[2] Pasca bentham, menyusul John Austin, James Mill, John Stuart Mill, Henry Sidgwick, Herbert Spencer dan Sir Leslie Stephen mengamini sang guru.
Pondasi pemikiran utilitarianisme hanya mempertimbangkan tujuan materil saja. Untuk memenuhi kepuasan puncak, dibentuklah lingkaran sistemik mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi produk dengan pelayanan yang sebaik-baiknya. Pandangan ini, menempatkan ekonomi sebagai tujuan final. Maka, pembangunan ekonomi dijadikan acuan bagi seluruh bidang lainnya.
Melampaui pandangan utilitarianisme, manusia menurut Imam Khomaini adalah makhluk yang memiliki dua dimensi. Di satu sisi, sebagai materi yang memiliki karakter hewani. Sedangkan di lain sisi, merupakan dimensi non materi, spiritual, rasional dan ilahi. Kedua dimensi ini bergradasi; bisa terus tumbuh dan berkembang atau mengalami penurunan.
Pembangunan dalam kacamatanya, tidak hanya berorientasi material saja. Sebagaimana kemajuan Barat yang hanya berkutat pada dimensi material saja, namun berbanding terbalik dengan kondisi spiritualnya.[3] Padahal, menurut beliau, kesempurnaan sejati manusia tumbuh dan berkembang dari aspek material dan spiritual. Lalu, bagaimana kedudukan kedua dimensi tersebut. Setarakah keduanya, ataukah salah satu lebih utama dari yang lain?
Nampaknya, Imam Khomaini melontarkan kemendasaran sublimasi spiritual dibandingkan dimensi material. Karena, sublimasi spiritual merupakan tujuan langsung dari aktivitas material manusia.[4] Dimensi inilah yang mengarahkan manusia dalam setiap perilakunya menuju kesempurnaan. Untuk tujuan tersebut, Islam menyampaikan program terpadu yang mendorong, mengatur dan mengarahkan perilaku manusia berupa rangkaian keyakinan dan nilai. Berbagai ketentuan fiqh, secara mendetail mengatur perilaku manusia menjadi lebih tertib, sistematis dan terarah. Secara khusus, Imam Khomaini menulis Tahrir al-Wasilah, sebagai pedoman fikh praktis.[5] Karena, menurut keyakinannya sendiri, Islam hadir untuk mendorong manusia ke arah kemajuan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan sektor lainnya.[6] Kiranya, tidak bisa dipungkiri peran pandangan dunia dan nilai terhadap pembangunan.
Berangkat dari sinilah, jejak filosofis pembangunan dalam pandangan Imam Khomaini dilacak. Pembangunan adalah proses menuju kesempurnaan manusia dalam dimensi material dan spiritualnya, dengan mendahulukan sisi spiritual dari pada aspek material. Karena tujuan pertumbuhan dan perkembangan material adalah kesempurnaan spiritual masyarakat, maka ekonomi menjadi sarana mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu terbangunnya masyarakat yang berbudaya Islam. [7]
Dalam berbagai pandangannya, ia mengemukakan basis utama pembangunan, yaitu: kemandirian dan keadilan sosial.


Kemandirian
Menurut Imam Khomaini, salah satu prinsip yang harus dipegang erat sebuah bangsa dalam mencapai kemajuan pembangunan adalah kemandirian di berbagai bidang.
Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menegaskan urgensi kemandirian intelektual. Karena tanpa hal tersebut, sebuah bangsa akan terus bergantung kepada pihak lain. Tanpa kemandirian intelektual, sebuah bangsa tidak akan bisa sejajar dengan bangsa lainnya. Dikatakannya,
Ketika kita bergantung dalam bidang ekonomi, budaya, dan sektor-sektor lainnya, disebabkan ketergantungan intelektual. Mengapa intelektual kita tidak mampu mandiri. Padahal, kita memiliki budaya bangsa sendiri dan khazanah kebudayaan yang kaya.[8]
Di bagian lain, ia mengatakan bahwa tanpa kemandirian intelektual, identitas sebuah bangsa akan lenyap dengan sendirinya. Bahkan menurut beliau, sebuah bangsa tidak akan merdeka, jika kemandirian intelektual ini tidak disadari dan diperjuangkan. Sebelum kemenangan Revolusi Islam, Imam Khomaini menyampaikan,
Tidak ada satu negara pun yang merdeka, tanpa jerih payah bangsanya sendiri. Selama bangsa itu tidak memperjuangkannya, maka tidak akan pernah dicapai kemerdekaan. Sangat disayangkan, di negeri ini kita melupakan hukum, peradilan dan budaya Islam dengan mengekor Barat. Ketergantungan intelektual kita terhadap Barat, sumber dari segala kehancuran berbagai bangsa, sebagaimana menimpa bangsa ini.[9]
Untuk melenyapkan virus ketergantungan ini, Imam Khomaini melakukan islamisasi terhadap berbagai pusat pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Ia menyampaikan dalam sebuah ceramahnya,
Perguruan tinggi kita, harus keluar dari segala ketergantungan sehingga bisa mandiri. Kita mengharapkan perguruan tinggi yang mampu menyelamatkan bangsa dari ketergantungan intelektual, yang lebih dahulu dan lebih berbahaya dari seluruh ketergantungan. [10]
Pada ceramahnya yang lain, beliau mengemukakan bahwa kemandirian tidak akan terwujud, jika pusat-pusat pendidikan dan riset tidak menghasilkan para cendikia dengan berbagai karyanya yang membawa harum nama bangsa. [11] Beliau juga mengatakan,
Kerja keraslah di jalan ilmu pengetahuan, hingga menjadi ahli di berbagai bidang masing-masing. Inilah, pondasi aktivitas para pemuda mahasiswa kita yang tercinta. Dengan itu, semua kebutuhan bangsa bisa terpenuhi, dan negeri ini menjadi mandiri.[12]
Dalam bidang ekonomi, Imam Khomaini menempatkan kemandirian ekonomi sebagai salah satu tujuan penting sistem ekonomi Islam. Ia menyerukan berbagai penolakan terhadap segala bentuk ketergantungan pada pihak asing.[13] Menurutnya, Setelah ketergantungan intelektual, ekonomi merupakan sumber segala ketergantungan budaya, politik dan sosial[14]. Bahkan ditegakannya, tanpa upaya mencapai kemandirian ekonomi, tidak bisa mencapai kemandirian di area lain.[15]


Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan pembangunan yang berkesinambungan, beliau menyampaikan beberapa prinsip krusial antara lain :
1. Pada seluruh lini harus mandiri, tidak boleh bergantung pada pihak lain[16]
2. Memacu berbagai langkah dalam pembangunan dan pengembangan berbagai pusat ilmu pengetahuan dan riset, untuk mendorong lahirnya para ahli di segala bidang dengan berbagai karyanya yang gemilang.[17]
3. Melakukan efisiensi penggunaan sumber daya alam tepat guna, sebagai bekal generasi mendatang[18]
4. Mendorong seluruh partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, diantaranya memompa investasi masyarakat untuk meminimalisasi investasi asing. [19]
5. Melindungi produksi dalam negeri[20]
6. Mendukung produksi dalam negeri sebagai upaya mencukupi kebutuhan masyarakat[21]


Keadilan Sosial
Keadilan sosial dalam berbagai bidang merupakan salah satu tujuan dari sistem Islam dan diutusnya para nabi[22]. Karena, terwujudnya keadilan sebagai sarana manusia menuju marifatunafs dan marifatullah, mengenal diri dan mengenal Tuhan.
Salah satu penerapan keadilan sosial adalah keseimbangan harta di tengah masyarakat. Imam Khomaini, meyakini bahwa Islam menghendaki keseimbangan bukan mencegah modal maupun merampasnya, sehingga harta tidak berada di antara segelintir orang.[23] Program Islam jika dijalankan dengan benar, meminimalisasi perbedaan pendapatan di antara masyarakat[24] Jika di masyarakat Islam terdapat gap kelas yang begitu mencolok, maka yang ada hanya tampilan bungkus Islam saja tanpa isinya[25] Namun, maksud dari keseimbangan harta tidak berarati mendudukkan sama rata harta-harta tersebut, karena pandangan seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam[26]
Dalam pandangan imam khomaini, Islam melindungi orang-orang fakir dan miskin, serta menghimbau untuk memenuhi kebutuhan mereka.[27] Oleh karena itu, pemerintah dengan segala kekuasaannya harus mengayomi mereka[28]. Di samping itu, partisipasi masyarakat memainkan peranan penting. Menurut beliau, pengentasan kemiskinan bermakna terwujudnya kesejahteraan masyarakat.[29]


Kesimpulan
Sejauh observasi penulis dalam kajian ini, ditarik beberapa kesimpulan tentang konsep pembangunan dalam perpektif Imam Khomaini, sebagai berikut :
Pertama, manusia dalam pandangan Imam Khomaini, adalah makhluk yang memiliki dimensi jasmani dan spiritual. Berdasarkan pondasi filosofis ini, pembangunan tidak hanya berorientasi pada material saja. Sebagaimana diadopsi oleh model pembangunan ala utilitarianisme.
Kedua, pembangunan didefinisikan sebagai proses menuju kesempurnaan manusia dalam dimensi material dan spiritualnya, dengan mendahulukan sisi spiritual dari pada aspek material.
Ketiga, Imam Khomaini menawarkan basis pembangunan yang terdiri dari: kemandirian dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan keduanya, diperlukan kerjasama yang erat antara peran pemerintah dan partisipasi masyarakat.


Daftar Pustaka

Azyini, Muhsin, Andisheha-ye Iqtishady Imam Khomeini.ra, Teheran: Sazman Madarik Farhanggi Inqilabi Islami, 1374 Hs.
Copleston, Frederick, A History of Philosophy: Utilitarianism to Early Analytic Philosophy Vol 8 London: Continuum, 2003
Daftar Hamkari Hauzah va Danesghah, Mabani Iqtishady Islami, Tehran: Semat,1381.
Isykadzari, Muhammad Jamal Khalilian, Farhang Islami va Tause’eh Iqtishady, Qom: Markaz Intisharat Muasasah Amozeh va Pazuhesh Imam Khomaini, 1381 Hs.
Khomaini, Imam. Shahifah Nur, Tehran: Markaz Madarik Farhanggi Inqilab Islami, 1361 Hs.
Muhadjir, Noeng Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi IV, Yogyakarta: Rakesarasin, 2000
Said, Farahani Fard (ed.), Naqs Daulat dar Iqtishad, Qom: Pazyuheshgah farhang va Andisyeh Islami,1381 Hs.
_____________________, Mabani Nizham Iqtishady Islami az Didgah Imam Khamaini.ra, Jurnal Iqtishad Islami, No 2/II/Musim semi/1381 Hs.
Nahad Namayandegi Makam Muazham Rahbari Dar Daneshgah Syahid Behesti, Islam va Tausi’eh, Teheran: Pazuheshgah Farhang va Muarif, 1382 Hs.
Rosen, Frederick, Classical Utilitarianism From Hume to Mill, London: Routledge, 2003
Schumpeter, Joseph A. History of Economic Analysis, New York: Oxford University Press, 1959.
Shirazi, Abdul Karim Biazar, Risalah Nuvin: Terjamah Masa’il Iqtishady “Tahrir wasilah” Imam Khamaini. Ra. Daftar Nasyir farhanggi Islami: Tehran, tt.


--------------------------------------------------------------------------------

[1] Muhadjir, Noeng Metodologi Penelitian Kualitatif (2000) hal. 68-71

[2] Lebih jauh Lihat Frederick Rosen, Classical utilitarianism Form Hume To Mill (2003) pp. 48-129, 220-208. Copleston, Frederick, A History of Philosophy: Utilitarianism to Early Analytic Philosophy Vol 8 (2003).
[3] Shahifah Nur jilid 7 hal.80
[4] Ibid jilid 9 hal. 167.
[5] Buku ini disusun kembali secara tematis dan lebih sistematis oleh Shirazi, Abdul Karim Biazar. Risalah Nuvin: Terjamah tahrir al-Wasilah. Pembahasan tentang ekonomi berjudul Risalah Nuvin: Terjamah Masa’il Iqtishady.
[6] Ibid jilid 2 hal. 203.
[7] Ibid jilid 7 hal. 72.
[8] Ibid jilid 9 hal.167
[9] Ibid jilid 11 hal.186
[10] Ibid jilid 14 hal 233, 235
[11] Ibid jilid 21 hal.38

[12] Ibid jilid 14 hal.186

[13] Ibid jilid 17 hal.218, jilid 9 hal.166
[14] Ibid jilid 10 hal.40, jilid 11 hal. 116.
[15] Ibid jilid 10 hal.105
[16] Ibid jilid 2 hal.44

[17] Ibid jilid10 hal.105

[18] Nahad Namayandegi Makam Muazham Rahbari Dar Daneshgah Syahid Behesti, Islam va Tausi’eh,1382, hal.241
[19] Ibid jilid 6 hal.96, jilid 2 hal. 126

[20] Ibid jilid 1 hal. 213, 154

[21] Ibid jilid 21 hal.38

[22] Ibid jilid 8 hal. 15, 18, 146.
[23] Ibid jilid 8 hal. 36.
[24] Ibid jilid 3 hal. 158.

[25] Ibid jilid 7 hal. 39.
[26] Ibid jilid 11 hal. 100-103.
[27] Ibid jilid 20 hal.129, jilid 13 hal. 73, jilid 10 hal.41, jilid 6 hal. 234.
[28] Ibid jilid 18 hal.130.
[29] Ibid jilid 20 hal.121, jilid 6 hal. 234
sumber:http://purkonhidayat.multiply.com/journal

Indonesia Ingin Bersatelit Mandiri, Kita dukung Aja Dengan Doa :)

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menargetkan pada 2010 sudah mampu mengorbitkan satelit sendiri, demikian kata Kepala Pusat Teknologi Terapan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Rika Andiarti di sela penyelenggaraan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta, Sabtu.
Sebagaimana dikutip Antara, Dr. Rika menambahkan, "Saat ini Lapan sedang mempersiapkan dengan matang rencana peluncuran roket pengorbit satelit. Tapi mungkin baru akan meluncurkan satelit "nano" dengan berat di bawah 10 kilogram".

Menurut Rika Andiarti , satelit "nano" ini dapat difungsikan untuk pemantauan suhu udara maupun kelembabab udara dan -data kecil atau sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan satelit. Ia menjelaskan, "Ke depan kami targetkan mampu mengorbitkan satelit berukuran besar seperti yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan lainnya".

Ia mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai persiapan uji coba peluncuran roket pengorbit satelit. Dr.Rikan menambahkan,"Lima tahun ke depan kami harus sudah mampu memproduksi roket peluncur satelit berukuran besar, sehingga Indonesia tidak lagi meminta bantuan negara lain untuk mengorbitkan satelit".

Jamin keamanan

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Djamasri menambahkan, dengan mengorbitkan sendiri satelit maka keamanan negara akan lebih terjamin.

Dijelaskannya, "Saat ini Indonesia masih meminta bantuan negara lain untuk mengorbitkan satelit, dan ini sangat rawan karena muatan roket dan satelit bisa disusupi kepentingan negara pengorbit satelit".

Profesor Djamasri mengatakan, teknologi kedirgantaraan khusunya tentang roket sangat bermanfaat dan bisa untuk berbagai kepentingan seperti mitgasi bencana. Teknologi kedirgantaraan juga sangat mendukung untuk kepentingan pertahanan Indonesia .

Ia menegaskan, "Jika dari Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul kita mampu membuat roket dengan daya luncur antara 3.000 hingga 5.000 kilometer maka pertahanan akan semakin kokoh dan negara lain tidak akan seenaknya".
sumber:indonesian.irib.ir

Kearifan Teologi, Inklusivisme dan Pluralisme Nurcholish Madjid

Pemetaan menarik tentang Islam dilakukan oleh Kang Jalal, sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat. Ia mengenalkan 2 katagori: Pertama, “Islam Konseptual” yakni konsep Islam yang berupa nilai-nilai yang terdapat dalam al-Quran, Sunnah Nabi, narasi buku-buku dan ceramah-ceramah keislaman. Kedua, “Islam Aktual” yakni nilai dan etos keislaman yang teraktualisasi dalam prilaku pemeluknya.
Boleh saja kita mendasarkan laku hidup kita pada Islam Konseptual yang membenci kemungkaran, kezaliman, ketidakadilan, dsb. Tetapi konsep ini tidak akan dapat menghilangkan sistem-sistem “kemungkaran” itu. Nah, Islam Aktuallah yang dapat mengubah kehidupan seseorang dan sejarah dunia. Dengan kata lain “Kekuatan kaum Muslim terletak dalam tindakan mereka, bukan pada teks-teks suci yang mereka yakini”.[1]

Pemetaan dengan kategori di atas penting, karena berpijak pada realitas umat “Islam yang seharusnya” (numena) dan umat “Islam yang senyatanya” (fenomena). Menggunakan bahasa ilmu tafsir al-Quran, realitas-realitas inilah “asbab al-nuzul” atau dalam ilmu Musthalah al-hadis “asbab al-wurud”, menjadi pendorong dan basis sosio-budaya ijtihad-ijtihad intelektual setiap cendikiawan — tidak terkecuali Cak Nur— dalam memecahkan problem dan solusi yang dihadapi diri dan umatnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, sangat penting untuk mengatakan bahwa sangat bijak dan arif mempertimbangkan tawaran konsep “Teologi Inklusif dan Pluralis” yang Cak Nur lakukan secara konsisten dan penuh amanah, berpijak kokoh dan penuh optimisme kepada ilmu dan kebenaran ajaran Islam yang diyakininya sampai akhir hayatnya. Teologi ini sangat urgen berkaitan dengan Indonesia yang merupakan nation-state, dan perkembangan Indonesia modern serta dunia global.

Agama sebagai Pesan dan Nasehat Ketuhanan (al-Din nashihah)

Secara teologis, pemikiran dan ijtihad intelektual Cak Nur berupaya mengelaborasi dan memaknai pesan-pesan ketuhanan yang terdapat dalam al-Quran dan Sunnah Nabi. Dalam banyak kesempatan Cak Nur menegaskan bahwa al-Quran merupakan pesan (washaya) dan nashihah Tuhan (Allah). Berbicara pesan Tuhan, maka, selain al-Quran, kita mengenal Kitab-kitab Suci (Zabur, Taurat, Injil dan al-Quran) yang diturunkan Allah kepada Nabi-nabi sebelum Muhammad saw, Sang Khatam al-Rusul wa al-Anbiya. Dan Rasulullah mengenalkan jumlah Nabi sebanyak 124.000, diantaranya 313 merupakan rasul. (HR. Ahmad).

Pesan-pesan ketuhanan yang menjadi “titik temu” (common platform) dalam perjalanan panjang agama-agama (komunitas) itu bermuara pada “Kesadaran Ketuhanan” (Takwa) dan keharusan keyakinan hanya ada satu “Tuhan Yang Esa” (tawhid). Berbicara kitab-kitab suci sebelum al-Quran, misalnya The Ten Commandement-nya Nabi Musa dan Injil-nya Nabi Isa, kita akan temukan pesan-pesan: untuk hanya menyembah Tuhan Yang Esa (tawhid) dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, tidak boleh membunuh/ berzinah/ mencuri/ memfitnah/ tidak bersaksi palsu dan dusta/ jangan menginginkan harta/ istri orang lain dan keharusan berbuat kebaikan. Inilah kalimatun sawa” (titik temu) antara agama-agama yang dikenal manusia dan orang-orang Islam diperintahkan sebagai landasan hidup bersama.[2] Inilah pesan-pesan yang bersifat universal dan menjadi inti dan “kesamaan” pada semua agama yang benar.

Menarik, untuk membincangkan pesan dasar yang merupakan perjanjian primordial kita untuk mengakui hanya ada “Satu Tuhan” (tawhid). Tawhid berkaitan dengan sikap percaya atau beriman kepada Allah, dengan segala implikasinya. Namun tawhid sebagai ekspresi iman, tidak cukup hanya dengan percaya, tetapi menyakut juga pengertian yang benar tentang siapa Allah yang sejati, yang wajib dipatuhi dan sembah.[3]

Pluralisme dan Tiga Sikap Keagamaan

Berbicara tentang pemikiran Cak Nur tentang pluralisme, sama sekali berbeda jauh dengan definisi pluralisme yang dipahami dan diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Pluralisme (Agama): paham bahwa semua agama sama dan kebenaran setiap agama adalah relevative: setiap pemeluk agama boleh mengklaim hanya agamanya yang benar/ semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga”.[4]

Dalam konteks definisi MUI di atas, penulis kedepankan sejarah pergumulan dan 3 sikap keagamaan umat Kristen mensikapi agama-agama di luar dirinya, dan umat Islam bisa melihat dirinya dan kaitannya dengan teologi pluralisme Cak Nur.

Pertama, Sikap Ekslusif. Sikap keagamaan yang tertutup dan memandang bahwa keselamatan hanya ada pada agama dan teologinya.Bagi Kristen, keselamatan hanya ada dalam gereja (Extra Ecclesiam nulla salus) atau tidak ada nabi di luar gereja (etraecclesiam nullus proheta). Pada umat Islam, sikap dan pandangan-pandangan semacam ini didasarkan pada Surah dan Ayat-ayat QS.al-Maidah/5:3), al-Imran/3:85 dan 19.[5]

Kedua, Sikap Inklusif. sikap keagamaan yang membedakan antara kehadiran penyelatan dan aktifitas Tuhan dalam ajaran-ajaran agama-agama lain, dengan penyelamatan dan aktifitas Tuhan hanya ada pada satu agama (Kristen). Dalam Islam sikap dan pandangan-pandangan seperti ini dekembangkan oleh Ibn Taymiyah, tokoh yang menjadi konsentrasi disertasi doktoral Cak Nur di Chicago. Sikap dan pandangan kelompok yang disebut dengan Islam Inklusif ini didasarkan pada Surah dan Ayat QS.al-Imran/3:64 yang berbicara tentang “titik temu” (kalimatun sawa) agama-agama dan al-Maidah/5:48. yang menjelaskan adanya syir’ah (jalan menuju kebenaran) dan minhaj (cara atau metode perjalanan menuju kebenaran).[6]

Ketiga, Sikap Pluralisme, Sikap keagamaan yang memandang bahwa keselamatan ada pada semua agama. Pengembangan sikap keagamaan ini melihat semua agama yang ada di dunia ini prinsipnya sama. Semua agama, dengan ekspresi teologi keimanan dan ibadahnya yang beragam, prinsipnya sama. Tidak ada bedanya antara Yahudi, Kristen, Islam dan agama lain semisal Budhisme, Shintoisme, Konfucuisme. Semuanya mengajarkan keselamatan dan akan selamat.[7]

Pangkal Tolak Teologi Pluralime Cak Nur

Pluralisme Cak Nur berdiri tegak atas pondasi ajaran dan nilai etis al-Quran seutuhnya. Teologi ini berangkat dari kesadaran kemajemukan atau pluralitas umat manusia yang merupakan kenyataan yang telah menjadi kehendak Tuhan. Tegasnya bahwa Allah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal dan menghargai (QS.49:13). Dan bahwa perbedaan antara manusia dalam bahawa dan warna kulit merupakan pluralitas yang mesti diterima sebagai kenyataan yang positif dan merupakan salah satu kebesaran Allah (QS. 30:22).

Surat lain menegaskan bahwa perbedaan pandangan hidup dan keyakinan, justru hendaknya menjadi penyemangat untuk saling berlomba menuju kebaikan. Kelak di akhirat, Allah lah yang akan menerangkan mengapa dirinya berkehendak seperti itu dan keputusan yang paling adil di tangan-Nya (QS. 5:48)

Pemahaman yang didasarkan kesadaran kemajemukan secara sosial-budaya-religi yang tidak mungkin ditolak inilah yang oleh Cak Nur disebut sebagai pluralisme. Yaitu sistem nilai yang memandang secara positif-optimis dan menerimanya sebagai pangkal tolak untk melakukan upaya konstruktif dalam bingkai karya-karya kemanusiaan yang membawa kebaikan dan kemaslahatan.[8]

Secara tauqifi (panduan pasti), menarik sekali bagaimana semangat pluralisme ini dicontohkan oleh Rasulullah, manusia teragung dan termulia dan tauladan sejati yang dipesankan al-Quran. Bermula dengan kehadiran serombongan pendeta Kristen dari Najran pada tahun ke-9 Hijrah untuk berdebat dengan Rasul tentang keyakinan dan akan ketuhanan Isa as. Diskusi berlangsung beberapa hari di dalam Masjid Madinah, dan Rasul membolehkan mereka melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Kristen di dalam mesjid. Diskusi tidak mencapai kata sepakat, sehingga akhirnya Rasul mengajak merekan ber-“mubahalah”.[9]

Pada tataran sosio-politik klasik, Rasulullah meletakkan “Konstitusi Madinah” yang terdiri dari 47 pasal. Salah satunya berisi: “….dan tidak satu pun bangunan dalam lingkungan kanisah dan gereja mereka yang boleh dirusak, begitu pula tidak dibenarkan harta gereja itu masuk untuk membangun mesjid atau rumah orang-orang Muslim. Barang siapa melakukan hal itu…telah melanggar perjanjian Allah dan melawan Rasul”.

Pasca Rasulullah, Khalifah Pertama, Abu Bakar mewasiatkan kepada tentaranya untuk menjaga keutuhan dan keselamatan “orang-orang sedang beribadah, tempat ibadah (gereja), anak-anak, orang tua dan perempuan”. Khalifah Kedua, Umar ibn Khattab melakukan “Perjanjian/piagam Aelia” dengan penduduk Yerusalem, ketika kota itu ditaklukkan. Bahkan Umar melaksanakan shalat di teras gereja.[10]

Dalam banyak karya tulisnya, Cak Nur sering mengutip pendapat Ibn Taymiyah sebagai berikut: Oleh karena pangkal agama, yaitu “al-islam” (sikap tunduk dan pasrah kepada Tuhan Yang Esa), itu satu, meskipun syariatnya bermacam-macam, maka Nabi saw bersabda: “Kami golongan para nabi, agama kami adalah satu, “dan “Para nabi itu semuanya bersaudara, tunggal ayah lain ibu”, dan yang paling berhak kepada Isa putera Maryam adalah aku”. (Islam, Doktrin dan Peradaban, hal. 182).

Prinsip Kemajemukan Keagamaaan

Apa yang dimaksud kemajemukan keagamaan sebagaimana al-Quran ajarkan? Cak katakan:

“Ajaran (pemahaman) ini tidak perlu diartikan semua agama sama dalam bentuknya yang nyata sehari-hari akan tetapi ajaran kemajemukan keagamaan itu menandaskan pengertian dasar bahwa semua agama diberi kebebasan untuk hidup, dengan resiko yang akan ditanggung oleh para pengikut agama itu masing-masing, baik secara pribadi maupun secara kelompok” (Islam, Doktrin dan Peradaban, hal. 184).

Prinsip-prinsip dan Landasan Pluralisme Cak Nur

1. Prinsip Pluralitas Merupakan Takdir Tuhan (QS.2:213, QS;5;48)
2. Prinsip Pengakuan Hak Eksistensi Agama di luar Islam (QS.5:44-50, QS.22;38-40)
3. Prinsip titik temu dan kontinuitasAgama-agama, Nabi dan Rasul (QS.2;136-165, QS. 2:285, QS.42:13, QS.4:163-165, QS.2:136, QS. 29:46 QS. 42:15, QS. 5:8)
4. Prinsiptidak ada paksaan dalam Agama (QS. 2:256, QS. 10:99, QS. 22:38-40)
5. 3 Prinsip Esensi Agama: Keimanan kepada Tuhan, Hari akhirat dan Berbuat Baik (QS. 2:62, QS. 5:26)
6. Prinsip Menjunjung Nilai-nilai Kemanusiaan (HAM) (QS. 5:32)

Atas dasar semua itu Cak Nur mengatakan. ”…meskipun tidak sepenuhnya sama dengan yang ada di zaman modern ini, namun prinsip-prinsip kebebasan beragama dalam Islam klasik itu sama dengan yang ada sekarang. bahkan tidak berlebihan … merupakan pengembangan lebih lanjut dan konsisten yang ada dalam Islam klasik. Wallahu a’lam bi al-Shahawab.[monib]

Pengantar Diskusi Panel “Memahami Pemikiran Pluralisme Cak Nur” di Unisba Bandung, 12 Januari 2006.

Catatan Kaki:
1. Jalaluddin Rakhmat, Islam Aktual, Mizan, 1991, hal 1
2. “Katakanlah olehmu (Muhammad): Wahai Ahli Kitab! Marilah menuju ke titik pertemuan (kalimatun sawa”) antara kami dan kamu: yaitu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak memperserikatkan-Nya kepada apa pun dan bahwa sebagian dari kita tidak mengangkat sebagian yang lain sebagai “tuhan-tuhan” selain Allah. Tetapi jika mereka (para penganut kitab suci) itu menolak, katakanlah olehmu sekalian: Jadilah kamu sekalian (wahai penganut kitab suci) sebagai saksi bahwa kami adalah orang-orang yang pasrah kepada-Nya” (QS. al-Imran/3:64). Lihat juga seruan kepada nasehat yang sama yang diberikan kepada Nabi Nuh, Ibarahim, Musa dan Isa (QS. al-Syura/42:13)
3. Dalam konteks peng-Esa-an Tuhan ini sekalian untuk dibincangkan lebih jauh bagaimana Cak Nur mengelaborasi dalam ranah social-politik. Tahun 70an umat Islam Indonesia disuguhi debat menarik dan “menggairahkan” dunia intelektual akademis keislaman. Pemicunya adalah kontroversi semantik yang digunakan Nurcholish Madjid sekitar rasionalisasi, sekularisasi dan deskralisasi. Tesis Cak Nur adalah bahwa umat Islam perlu dibebaskan dari sakralitas semu dan ideologi keagamaan yang membelenggu pontensi inteleknya dan menjadi “tembok-tembok tebal dan tinggi” penahan laju dan penghambat kemajuan peradabannya. Maka, kira-kira, dalam pikiran Cak Nur sebagai berikut: umat ini tidak lagi mampu membedakan mana yang benar-benar disebut agama dan mana yang hanya sekadar pemahaman dan pendapat seorang ulama. Untuk itu, umat perlu melakukan profansisasi masalah-masalah duniawi yang pendekatannya membutuhkan sikap obyektif-rasional dari masalah-masalah iman, akidah dan ibadah yang bersifat spiritual-ruhaniah.
Cak Nur mengharapkan umat liberal dari absolutisme dan otoritas keagamaan. Cak Nur mengimpikan umat dapat dimerdekakan dari sikap-sikap kurang dewasa dalam beragama, keberagamaan yang penuh kuah claim of truth, kavling-kavling kebenaran hanya bagi diri dan kelompoknya, kesombongan intelektual, otoritas dan institusi keagamaan bak penjaga iman dan akidah, beragama yang serba formalistik-normatif. Berangkat dari itu Cak Nur menyodorkan keislaman yang inklusif, semangat al-hanafiyah al-samhah, egaliter, pluralistik dan demokratis.
4. Harian “Republika”
5. Budhy Munawar Rachman, “Islam Pluralis”, Paramadina, hal. 44-48
6. Ibid
7. Ibid
8. Nurcholish Madjid, “Islam Doktrin dan Peradaban”, Paramadina, 1995
9. Lihat uraian indah dan menarik Quraish Shihab, “Tafsir al-Misbah”, pada surat al-Imran. Quraish menguatkan pendapatnya dengan mengutip pendapat al-Qurtubi dan Syeh Muhammad Sayyid Thantawi.
10. Nurcholish, Op.Cit

sumber:maulanusantara.wordpress.com

Upaya Musuh Islam Agar Manusia Memusuhi Islam

PHILADELPHIA (SuaraMedia News) – Beberapa seri buku pelajaran anak-anak AS tentang Islam mengandung retorika yang menyesatkan dan menghasut tentang agama ini, dengan secara tak akurat menggambarkan penganutnya memusuhi dan pantas untuk dicurigai.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Pennsylvania siap untuk memulai kampanye kesadaran publik melawan buku-buku “Dunia Islam” (World of Islam) dari penerbit Mason Crest.

“Tema keseluruhan dari buku-buku ini adalah bahwa kaum Muslim penuh dengan kekerasan, bahwa Islam adalah agama kelas dua dan bahwa seseorang harus waspada terhadap Muslim di lingkungannya,” ujar Moein Khawaja, direktur CAIR cabang tersebut, pada hari Selasa (16/03). “Buku-buku ini tidak memenuhi misi sekolah untuk mendidik.”

Di antara puluhan contoh yang dikutip oleh Khawaja, buku “Muslim di Amerika” mengatakan bahwa “sejumlah Muslim mulai berimigrasi ke Amerika untuk mengubah masyarakat Amerika, terkadang dengan menggunakan terorisme.”

Di bagian lain, gambar dua gadis Muslim berjilbab yang sedang tersenyum tampak di halaman berjudul “Ancaman-ancaman Keamanan”.

Mason Crest bermitra dengan Lembaga Penelitian Kebijakan Luar Negeri di Philadelphia untuk memproduksi sepuluh seri buku ini, yang dirancang untuk anak-anak usia 10 tahun keatas.

Tidak jelas di mana buku-buku itu digunakan, apakah di dalam kelas atau di perpustakaan. Namun Khawaja mengatakan keluhan dari cabang-cabang CAIR di seluruh penjuru negeri mendorongnya untuk yakin bahwa buku-buku itu tersebar di sekitar dua lusin negara bagian AS.

Kepala lembaga penelitian, Harvey Sicherman, mengatakan pada hari Selasa (16/03) bahwa ia bingung dengan reaksi terhadap seri tersebut, dan bahwa kedua contoh di atas dipahami di luar konteks.

Penempatan foto itu adalah kelalaian, ujarnya, dan judulnya tidak berarti bahwa gadis-gadis itu adalah ancaman keamanan. Kutipan tentang imigrasi Muslim ke Amerika tidak akurat, ujar Sicherman.

”Ya, beberapa orang memang datang ke AS untuk melakukan terorisme, dan saya tidak mengerti bagaimana seseorang bisa mendebat kalimat itu,” ujarnya.

Khawaja mengatakan bahwa persoalannya bukan hanya tentang kalimat-kalimat yang menurutnya penuh dengan gaya dan pesan anti-Islam.

”Sebuah buku bukan hanya berisi kutipan. Itu adalah kesimpulan yang anda peroleh,” ujar Khwaja.

Ia menyebutkan sebuah kronologis di dalam buku ”Islam di Eropa” yang dimulai dengan tahun 1988 dan mendaftar 10 peristiwa, tujuh di antaranya melibatkan ekstremis Muslim yang berpartisipasi dalam pengeboman, pembajakan atau kekerasan lainnya.

”Kaum Muslim telah berada di Eropa selama ribuan tahun,” ujar Khawaja. ”Ini konyol.”

Sicherman mengatakan bahwa perwakilan dari lembaga penelitian akan menghadiri konferensi pers kelompok Muslim itu pada hari Rabu (17/03) untuk mempelajari persoalan ini lebih jauh. (rin/dn)
sumber : www.suaramedia.com