Kamis, 27 November 2008

Datangnya Hari Akhir



Titik yang lebih ditekankan adalah sisi sifat dari dajjal itu. Berulang dalam artikel tersebut( yang dikirm ke ana) dalil-dalil kedatangan dajjal disebutkan jadi bukan tidak mungkin dajjal itu sekarang ada dalam bentuk manusia. Sebagaimana kita tahu salah satu kriteria dajjal adalah menawarkan kebahagiaan dunia dan menakut-nakuti dengan kesengsaraan didalamnya dimana keduanya merupakan kebalikan dari kebahagian dan kesengsaraan hakiki. Karena kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki tidak mungkin bisa diteraplakukan didunia yang tidak hakiki. sehingga jelas bahwa yang mampu diberika oleh dajjal hanya bersifat duniawi masih terbatasi dengan batas-batas tertentu. walau begitu pada saat kita tidak memiliki kesiapan diri maka hal itu perlu menjadi sumber kegelisahan diri kita.Jadi kesimpulannya kita harus siap dengan sudah datang atau belum datangnya dajjal dalam bentuk apapun dia.

Dajjal disebut-sebut sebagai salah satu tanda akan datangnya hari kiamat, namun hal itu bisa kita sebut sebagai tanda sekunder, karena ada tanda-tanda lain yang lebih pasti datangnya. dan berdampak secara langsung dalam kehidupan sosial spiritual kita. ketika tanda yang akan ana sampaikan dibawah ini tidak kita cermati secara benar maka ada noktah penting yang akan tertinggal dari kehidupan kita. mengapa ana menyampaikan seperti itu? Dengan meneliti salah satu bagian uraian yang tertuang apik dalam Al Qur’an kita akan tahu tanda yang berpengaruh secara langsung dalam kehidupan dan keberadaan kita di alam materiil ini.

Dalam Al Qur’an karim disebutkan Dan kami hendak memberikan karunia pada orang yang tertindas dibumi dan hendak menjadikan mereka (sebagai) pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi (Qasas : 5 )

Dikatakan bahwa Allah berjanji akan menjadikan dari orang yang sebelumnya tertindas menjadi seorang pemimpin di bumi dan ditekankan juga bahwa kepadanya akan diberikan warisan berupa bumi. Hal yang melintas dibenak kita adalah sudah terealisasikah janji Allah Swt ini? Siapakah orang yang memiliki kelayakan untuk menerima karunia besar ini. Mungkinkah janji Allah terkait masalah kekhalifahan dibumi ini diberikan pada orang dzalim, atau sembarangan orang? Kita semua pasti sepakat bahwa kepemimpinan ini hanya layak sampai pada orang dengan Kriteria khusus. Disinggung dalam Quran surah As Sajdah : 24

Dan kami jadikan diantara mereka pemimpin-pemimpin (imam) yang memberi petunjuk sesuai dengan perintah kami selama mereka bersabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat kam (As Sajdah : 24)

Dari sini sangat jelas sekali bahwa Allah SWT lah yang berkehendak untuk meng-adakan-seorang imam dari umat manusia. Menyitir hal ini sangat tepat kalau kita merujuk pada doa yang disampaikan oleh salah seorang nabi dibawah ini.

……dan jadikanlah kami para pemimpin (imam) dari orang-orang yang beriman Furqon : 74

Menanggapi harapan ini jawaban yang tertuang dalam quran berupa " inna ngahdi layanalul ahdidholimin". Bahwa janji Allah(untuk menjadikan seorang menjadi seorang imam dari para muttaqin) tidak mengenai (didapatkan) orang-orang yang dholim. Jadi Allah mengabulkan permintaan Nbai itu namun dengan persyaratan tertentu yaitu hanya dari keturunan nabi tersebut yang tidak melakukan perbuatan dzalim. Secara nalar kita pun terima, karena tidak mungkin seorang beriman dan bertaqwa disuruh untuk mengikuti dan mentaati orang dzhalim. Dan dalam tinjauan nilai fitriah kita pun mengatakan hal sama bahwa kita semua ingin dipimpin oleh sosok-sosok sempurna dengan segala kriteria kesempurnaan yang utuh.

Akan sangat menarik kalau kita maju selangkah lagi untuk menemui sosok-sosok yang memiliki kriteria khas sebagai seorang pemimpin sebagaimana sudah kita ulas diatas. Pada saat Nabi agung Muhammad Saaw ditantang beradu argument untuk saling melaknat dengan orang nasrani sehingga pihak yang sesat akan ditimpai azab, hal ini direpresentasikan dalam kitab suci Al Quran dalam surah Ali Imron : 61, yang perlu kita perhatikan disini ternyata orang –orang yang diajak oleh beliau adalah putri beliua, menantu beliau dan kedua cucu beliau, Fathimah, Ali, Hasan, dan Husain alaihimussalam. Dengan alasan apakah pribadi yang tidak pernah melakukan sesuatu kecuali sesuai isi wahyu Allah ini memilih orang-orang tersebut? Mungkinkah hal itu terjadi hanya sebagai suatu kebetulan semata? Bukankah Nabi juga memiliki istri yang lain yang bisa diajak kenapa hal ini tidak dilakukan?. Dalam shohih muslim jilid dua bab keutamaan Ahlul bait disebutkan bahwa pada saat ada yang bertanya siapakah ahlul bait yang dimaksud dalam surah Al Ahzab : 33 adalah Nabi itu sendiri, Ali Fathimah Hasan dan Husain. Hal ini memperjelas bahwa memang orang-orang tersebut adalah orang yang telah meraih kemuliaan yang diberikan Allah. Sehingga orang-orang ini layak untuk menduduki tampuk kepemimpinan atau juga sering disebut sebagai keimamahan di muka bumi.

Disebutkan juga bahwa likulli qoumin haadin, bahwa setiap umat memiliki seorang pemberi petunjuk. Pada saat zaman orang-orang istimewa tersebut tidak ada sedikit keraguan bahwa orang-orang tersebutlah yang menjadi seorang pemimpin yang bertugas memberi petunjuk pada seluruh umat. Begitu juga untuk zaman-zaman setelah orang-orang tesebut. Para imam selalu ada dan tidak akan pernah terputus hingga akhir zaman. Dalam beberapa ayat dapat kita temukan bahwa ketika masyarakat menemui suatu kesulitan atau ketidakjelaasan untuk bertanya pada ahli dzikr ( An Nahl : 43). Dikatakan juga bahwa Allah telah memilih diantara hamba-hamba-Nya untuk mewarisi ilmu Al Qura’an( Al father : 32) jelaslah bahwa orang-orang itu harus memiliki semua criteria ini. Sekarang siapakah orang yang memiliki kriteria kepemimpinan ini? Siapakah orang itu? Kita kembali menyimak Ayat yang menyatakan pelantikan seorang washi setelah kepergian Nabi Muhammad saaw. Pada saat prosesi pelantikan itu Allah menyatakan bahwa jika nabi tidak melakukan tugas itu maka segala jerih payah dalam menghadapi peperangan dan sikap kaum kafir yang sangat buruk pada saat nabi berdakwah tidak ada artinya sama sekali ( Al Maidah : 67) tugas tersebut adalah tugas untuk menyampaikan pada seluruh masyarakat bahwa Ali bin Abi Thalib dan keturunannya adalah orang yang mendapat mandat dari Allah untuk melanjutkan misi dakwah Nabi yang belum “tuntas”. Orang yang menjadi calon pemimpin bumi sebagaimana dijanjikan oleh allah adalah keturunan dari orang yang telah dilantik oleh nabi agung Muhammad yaitu Muhammad Al Mahdi bin Hasan al Asykari. Orang yang mengenal sosok pemimpin zamannyalah yang akan selamat dikemudian nanti.

Jumat, 21 November 2008

Multiple Intelligence

Multiple Intelligence adalah sebuah system pengajaran yang didasarakan pada upaya penggalian dan pengembangan potensi pada anak didik. Multiple Intelligence juga menrapkan suatu system komunikasi dua arah Pada pembahasan awal beliau mengupas paradigma pendidikan yang hingga kini masih eksis di Indonesia. Sebuah kondisi yang unik bisa di katakana menyedihkan atau karena sesuatu yang begitu digaung-gaungkan tapi pada hakekatnya sudah jauh tertinggal dan tidak memiliki kelayakan untuk dikenakan. Pasti pernah dengar konsep uji IQ yang kemudian untuk beberapa tahun belakangan ini disandingkan dengan EQ. Namun sebelum mengupas kritik pada konsep ini pertama kita diajak sipembaawa materi menikmati preface yang menarik menantang dan mengguggah file-file yang sudah lama mengendap dalam benak kita sudah siapkah?. Kita ditantang untuk bersama mendaki etape-etape keberhasilan dan kesuksesan, apakah berminat? Lebih dari itu disini kita bukan hanya diajak menjadi pendaki tapi kita juga di ajak untuk menjadi pemaandu pendakian bagi orang lain yaitu orang yang kita didik. Kalau kita bukan seorang pendaki maka tidak akan pernah pantas kita menjadi pembimbing pendakian. Karena ketika kita menganjurkan orang lain untuk melakukan sesuatu tapi kita sendiri tidak melakukan maka jangan harap orang yang kita beri saran akan menerima masukan kita.

Sajian pertama yang merupakan pondasi utama Multiple Intelligence dan terpampang jelas di slide pemaparannya berbunyi

"Kuburlah ketidakmampuan anak didik kita, kembangkan kemampuan anak didik kita"

di kaki gunung keberhasilan sebelum memasuki etape pertama pendakian perlu kita kenali bahwa sebagai peserta lomba kita butuh dua kaki, dua kaki itu adalah kreatifitas dan problem solving. Tanpa kreatifitas dan kemampuan untuk memecahkan permasalah jangan harap kita bisa diterima sebagai peserta penempuh tangga kesuksesan. Karena tanpanya kita akan tertinggal jauh dari peserta lain. Selain kaki kita juga butuh lampu penerang. Dengan lampu penerang itu kita terangi langkah perjalanan kita sehingga kita tidak akan tersesat. Lampu penerang tersebut adalah agama dan Caracter Building. Agama dengan konsep riil yang disajikannya merupakan pilihan tepat bagi mereka yang ingin utuh dalam mencapai tangga kesuksesan dan keberhasilan. Tentu agama disini adalah agama dengan makna utuh yang dimilikinya. Dengan pemahaman dan pengaplikasian agama pula kita berkesempatan membangun karakter diri kita.

"Yang penting adalah mengungkap bagaimana menggapai kecerdasan bukan mencari batas-batas ketidakcerdasan seseorang"

Kalimat diatas adalah salah satu kesimpulan yang bisa aku ambil dari pemaparan pemateri

Bagaimana dengan Caracter Building (Bangunan kepribadian)?

Dalam melakukan segala tindakan pasti kita butuh alat dan environment yang mendukung. Untuk melakukan perjalanan menuju capaian kecerdasan dan kesuksesan kita juga butuh alat, alat tersebut berupa kemampuan hidup


Pendaki Bukit kesuksesan ---> tools --->Life skill :

- Pembiasaan pada hal-hal yang baik (dalam berbicara, bersikap, bergaul dll)

- Foreign Language


- IQ

Dengan membiasakan pada hal yang baik maka mencegah adanya jurang pemisah dengan masyarakat dan lingkungan, sehingga peluang yang akan didapat lebih besar.


Dengan kemampuan bahasa (sebagai media komunikasi) yang jangkauannya lebih luas maka jangkauan informasi dan kesempatan yang didapat juga lebih banyak.


Dengan IQ berkualitas (berkembang dan dipakai di tempat yang tepat) maka dia akan berfungsi sebagai media penghantar pada puncak kesuksesan.


Paradigma yang perlu dirombak


Semua orang ingin mencapai kesuksesan dimanapun dia berada. Disisi lain ada sebuah pemahaman bahwa kesusksesan selalu identik dengan kecerdasan. Sehingga dapat kita temukan kebanyakan orang beranggapan bahwa nilai tinggi dalam ujian sebagai tanda kecerdasan seseorang. Padahal pintar dalam memahami pelajaran merupakan satu bagian dari kecerdasan saja, bukan nilai kecerdasan yang menyeluruh. Pintar dalam pelajaran itu hanya nilai kognitif tidak lebih.

Sering juga kita dapati bahwa kesuksesan sering diidentikkan dengan kecerdasan. Karena alasan inilah banyak yang berlomba-lomba mengadakan ujian IQ dalam perekrutan, dengan asumsi ketika orang yang direkrut berIQ tinggi akan membawa mereka pada kesuksesan.

Perlu kita sadari bahwa tes IQ yang dilakukan tidak lain adalah proses pembatasan perkembangan, upaya memampatkan dan memangkas kecerdasan seseorang. Tes ini adalah upaya mencari batasan ketidakmampuan seseorang. Bukannya dicari potensi yang bisa dikembangkan malah dicari cacat yang bisa menjadi peniadaan semangat berkembang dan maju masing-masing orang. Sistem ini menjadi media penidakpercayadirian seseorang terhadap kemampuan yang sebenarnya tersimpan dalam dirinya. Karena system ini banyak yang memutus keberlanjutan kehidupannya, padahal sebenarny hal itu bukan pemecahan terbaik, masih ada sisi lain dari dirinya yang belum tergali.


Ada beberapa kritik yang bisa disebutkan dalam Ujian IQ yang ditemukan oleh Alfred Binet 1905. Kritik ini pertama kalinya dikemukakan oleh DR. Howard Garner pada tahun 1983.

- Cakupannya hanya berkisar pada kemampuan verbal dan kognitifitas saja jadi terlalu sempit. Penilaian semacam ini tidak bisa mewakili kecerdasan manusia secara utuh. Jadi penelitian kecerdasan dengan system ini tidak akurat.


- Eugenic Rasialis. Latar belakang adanya tes IQ adalah upaya pemangkasan generasi para buruh bahwa keturunan para buruh pasti jadi orang bodoh mengikut orang tua. Jadi tes ini digunakan sebagai dogma untuk mengkotakkelaskan masyarakat. Dimana hal ini juga menjadi sumber adanya kesenjangan sosial. Jadi menyimpang dari tujuan perkembangan. Pembatasan-pembatasan semacam ini hanya akan menjadi penghambat perkembangan itu sendiri.


- Ada suatu pelabelan kualitas keunggulan, jadi ada sebagian kelompok sesuai dengan nilai tes yang diraih dipandang unggul dan dianggap memiliki kecerdasan lebih serta ada yang di nilai dengan label lebih rendah atau lebih buruk dengan predikat "bodoh" karena mendapat nilai yang rendah, padahal sebenarnya bisa jadi orang yang mendapat nilai rrendah pada bidang lain memiliki kemapuan yang luar biasa. Kenyataannya hanya 20% saja dari orang yang kebetulan mendapat niali IQ tinggi mencapai "kesuksesan". Ditinjau dari segi manajemen produk ketika suatu system dengan input berbanding output tidak sebanding maka bisa dipastikan bahwa dalam system itu terdapat kekurangan yang perlu ditambal dan diperbaiki.


- Pengukuran ketidakmampuan. Hal ini bukanlah media yang mendukung pada kemajuan menuju kecerdasan dan kesuksesan. Sebaliknya dengan menilai kemajuan atau keunggulan seseorang maka akan membantu pada proses penempatan secara tepat dari masing-masing orang. Dengan konsep Ringht person on the ringht place maka akan tercipta keteraturan, dengan keteraturan maka jalan menuju kesuksesan akan mudah dicapai.

Jadi perlu adanya penilaian ulang terhadap pendefinisian kecerdasan

Hasil tes tidaklah sama dengan nilai kecerdasan seseorang.

Kecerdasan adalah kreatifitas.

Kecerdasan adalah Problem Solving.

Bagaimanakah kecerdasan itu seharusnya dinilai?

Kecerdasan seseorang dapat dilihat dari habitnya. Orang cerdas maka dia tidak berhenti untuk terus menciptakan atau menemukan produk baru, dia adalah orang yang memiliki kreatifitas yang tinggi. Selain itu kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah merupakan salah satu dari nilai kecerdasan seseorangyang lain, Sebab tanpa ada kemampuan ini seseorang tidak akan mampu mencari pemecahan dalam masalah yang dihadapinya. Untuk orang cerdas tipe kedua semakin banyak permasalahan yang mampu ia pecahkan maka semakin besar nilai kecerdasannaya.

Kecerdasan menurut Howard Gardner

Cerdas bahasa

Cerdas alam

Cerdas diri

Cerdas gambar

Cerdas musik

Cerdas bergaul

Cerdas gerak

Cerdas angka

Cerdas spiritual


Sistem Multiple Intelegence berupa

Penemuan Kemampuan

-------> KONDISI AKHIR TERBAIK

Right Place (Tempat yang tepat)


Cerdas bahasa

Komponen intinya berupa kepekaan bunyi

Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, dan berdebat

Kondisi akhir terbaik menjadi seorang wartawan, penulis, orator ahli politik, penyiar radio, guru, presenter, pengacara.

Cerdas alam

Cerdas ini terkait kemampuan membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan antara hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun nonformal.

Berkaitan dengan kemanpuan mengenali gejala-gejala alam mengklasifikasi dan mengidentifikasi.

 Kondisi akhir terbaik menjadi seorang peneliti alam, ahli biologi, dokter hewan, aktifis peduli lingkungan

Cerdas diri

Cerdas ini terkait kepekaan memahami perasaan sendiri, dan kemampuan memebdakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.

Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri secara mandiri dan mendalam, kemampuan intuitif, dan motifasi diri, penyendiri, sensitive terhadap nilai, diri dan tujuan hidup.

 Kondisi akhir terbaik menjadi seorang psikoterapis, pemimpin agama, penasehat, filosof.

Cerdas gambar

Cerdas ini terkait kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.

Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, dan membuat patung, mendisain.

 Kondisi akhir terbaik menjadi seorang seniman, arsitek, sutradara, desainer, fotografer, montir professional.

Cerdas musik

Cerdas ini terkait kepekaan mencipatakan dan mengapresiasikan irama, pola titik nada dan warna nada, serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal.

Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, membentuk irama, mendengar nada, dari sumber-sumber bunyi dan alat-alat musik.

 Kondisi akhir terbaik menjadi seorang komposer, penyanyi, pencipta lagu, pemain musik.

Cerdas bergaul

Cerdas ini terkait kepekaan mencerna dan merespon suasana hati secara tepat, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain.

Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan social, yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, mempunyai empati yang tinggi.

Kondisi akhir terbaik menjadi seorang konselor, politikus, pemimpin motifator.

Cerdas gerak

Cerdas ini terkait kemampuan mengontrol gerak tubuh, dan kemahiran mengolah obyek, respond an reflek

Berkaitan dengan kemampuan gerak motorik, dan keseimbangan.

Kondisi akhir terbaik menjadi seorang olahragawan, pematung, dokter bedah dll

Cerdas angka

Cerdas ini terkait kepekaan terhadap pola-pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang.

Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar, dan berfikir logis, memecahkan masalah.

Kondisi akhir terbaik menjadi seorang ilmuwan, psikiater, ahli fisika, ahli kimia, pengacara, psikolog, akuntan, programmer.

Cerdas spiritual

Kemampuan memahami tujuan hidup hakiki. Tentang tujuan akhir. Setelah segala hal yang bersifat materi didapat orang-orang yang sudah sukses mengumpulkan materi sebagian mulai mempelajari tujuan akhir dari semua itu, hl ini berbeda dengan konsep islam yang berdasarkan kecerdasan spiritual sejak awal, dengan konsep ini maka akan didapat orang dengan hasil terbaik terakhir yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Banyak sekali contoh yang bisa kita temukan dalam ranah kehidupan yang menjadi isyarat bahwa pengutamaan penilaian ketidakmampuan seseorang itu Sesuatu yang tidak benar. Sudah semsetinya seseorang itu dilihat kelebihannya bukan kekurangannya, dengan konsep ini akan timbul perasaan menghargai dan menghormati orang lain

Albert Einstein.

Ketika orang menilai ketidak mampuan dia dalam berbicara dan membaca maka sang penemu kenamaan ini tidak ada artinya. Namun kita tidak bisa mungkir bahwa dialah seorang penemu konsep nuklir dasar yng kini menjadi perbincangan Negara-negara adikuasa.

Agatha Christie

Seorang wanita dengan karya-karya besarnya ini ternyata memilki cara berpikir terlambat Atau lebih kita kenal dengan telmi. Apakah bijak ketika ada yang memandang dia dari segi kekurangannya. Pada saat dilihat dari kekuarangannya saja tak ayal pasti sosok seperti ini akan disekap di rumah sakit jiwa atau panti-panti pengasuhan. Bisa dibayangkan betapa akan tidak maksimalnya kemampuannya ketika yang dipandang segi kekurangannya bukan nilai lebihnya.

Muhammad Bin Musa Al Khawarizmi ----> Blaise Pascal---> Bill Gates


Bill Gates


Milyader terkaya dunia ini dengan melihat apa yang telah dia lakukan dia dapatkan akan menggelengkan kepala takjub. Bill Gates merupakan contoh orang yang cerdas Logika dan angka. Walau begitu sebenarnya dia adalah seorang pengidap disleksia. Apakah ini masih kurang untuk dijadikan sebagai gambaran bahwa penilaian ketidak mampuan merupakan suatu hal yang keliru? Dalam pernyataannya Bill Gate berkata bahwa dia sangat berhutang budi pada sang penemu kalkulator karena dari konsep dasar kalkulatorlahh dia bisa menemukan system Microsoft. Penemu itu adalah Blaise Pascal (1623-1662). Sedang Blaise Pascal sendiri mengatakan bahwa dia berterimakasih pada penemu angka. Siapakah penmu angka-angka pertama. Ternyata penemu angka 0 - ilmu aljabar, trigonometri dll.adalah Muhammad Bin Musa Al Khawarizmi seorang pemikir muslim.

"Ternyata para penemu itu adalah seorang muslim"

Alangkah menakjubkan memang kenapa foto yang dipasang di sekolah-sekolah muslim malah generasi penemu kedua bukan pokok awalnya, atau kalau tidak begitu, minimal para penemu muslim juga dipasang sejajar dengan para penemu barat itu. Tapi bukan hal yang aneh karena para pengajarnya juga tidak tersampai kabar ini.

Diantara penemu muslim yang memberikan jasa besar dalam dunia pengetahuan adalah :

Abu Abdiilah Al Batani

Dia adalah penemu kompas, sinus, cosinus ,tangent, cotangent merupakan orang pertama yang mampu menghitung perputaran bumi mengelilingi matahari dari hari, jam, menit hingga detik.

Ibnu Sina

Bapak Kedokteran Dunia

Al faraghani

Bapak Ilmu Kimia dan Astronomi

Jabir Bin Hayan

Bapak Ilmu Kimia Klasik

Ar Razi

Dokter Klinis Ahli Kimia

Minggu, 16 November 2008

Ringkasan Sharaf 1

3vhvY/s320/np_quran1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269287963924673314" />

Shorof lesson

Part of Arabic Language

Pengantar Ilmu Qur’an

Ilmu sharaf

Ilmu sharaf merupakan salah satu dari ilmu grammar bahasa arab ((الادبية العربيةadabiyatul arabiyyah. Secara bahasa ilmu sharaf diartikan sebagai ''Perubahan''. Pada dasarnya Iilmu sharaf merupakan ilmu yang mempelajari tentang perubahan kata [disini kita sebut dengan "kalm"كلمة]dalam bentuk tulisan yang berpengaruh pada makna atau tidak berpengaruh(hanya ditujukan untuk mempermudah pengucapan saja). Ilmu sharaf juga dikenal dengan ilmu tentang pengenalan dan pembuatan kata. Perubahan pada kata dilakukan untuk mendapatkan kata dengan makna yang baru atau sekedar mempermudah pengucapan kata. Misalnya kata yang bermakna 'satu orang sedang menolong' ( äÕÑ)nashara, bagaimana kemudian kita merubahnya menjadi

-dua orang telah menolong( نصرَ)nasharaa, dua orang akan menolog ( ينصرانِ)yanshuraani, atau kamu dua orang harus menolong(انصرا)unshuraa. Serta bentuk yang lain untuk satu orang, tiga dan seterusnya dimana disitu juga dibedakan sebagai kata kerja untuk laki-laki( مذكر) mudzakar dan untuk perempuan( م نث)mu'anast. Serta pada kata ( بيع) baya'a yang berubah menjadi (باع) baa'a suatu perubahan yang hanya ditujukan untuk mempermudah pengucapan saja.

Jadi perubahan yang ada dalam ilmu sharaf ada dua jenis :

-Perubahan yang berkisar pada pengucapan (lafadz)

-Perubahan yang berkisar pada pengucapan dan makna kata

Manfaat mempelajari ilmu sharaf adalah:

-Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu.

-Mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan.

Dalam bahasa arab terdapat 29 huruf yang dikenal dengan huruf hijaiyah.

Pengucapan huruf-huruf tersebut dilakukan dengan penambahan harakat tertentu.

fathah untuk suara 'a' dan hurufnya menjadi maftuf(مفتوح)

Kasrah untuk bunyi 'i' hurufnya disebut maksur(مكسور)

Dhumah untuk bunyi 'u' dan hurufnya di sebut madhmum (مضموم) .

Huruf yang tidak berharakat disebut sakin (ساكن)tandanya berupa sukun seperti huruf ra' pad kata

Irji'( اِرجعْ)

Tanwin(تنوين). Tanwin adalah huruf nun sukun pada akhir kata dalam bahasa arab yang dibaca tapi tidak ditulis.

Beberapa tanda yang dipakai dalam bahasa arab:

1.Tasydid (تشديد)

Tasydid merupakan tanda pengulangan huruf

مَدَدَ <-sebenarnya مدَّ

2.Mad merupakan tanda bahwa huruf tersebut harus dibaca panjang. Tanda ini diletakkan diatas huruf (~)

آمر

.3Hamzah Qath) قطع)

Yaitu hamzah yang dibaca dimanapun berada.

Misalnya hamzah pada kata akrama ( اكرمَ)

.4Hamzah washal ( وصل)

Hamzah yang hanya dibaca ketika berada didepan

Kata.

َالْحَمْدُ لِلّهِ -- واْلحمد للهِ

Alhamdulillah Menjadi walhamdulillaا, hamzah pada alhamdulillah dibaca tapi pada kalimat kedua berubah menjadi menjadi sukun.


إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (al isra':9)

Allahu yahkumu bainahum yaumal laisatil yahuudu ngala syai (in)….."

لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَى شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ فَاللّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ (113) (albaqarah:113)Allah akan menghukumi diantara mereka pada hari kiamat.

Fi'il amr فعل امر

Secara bahasa amr berarti perintah. Dalam istilah disebut sebagai permintaan untuk dikerjakannya suatu perbuatan atau di wujutkannya suatu keadaan.

- Qul huwallahu ahad قل هولله احد (hai ka) katakanlah!bahwa Dia itu Esa

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى طه: 43 - Pergilah kepada fir’aun sesungguhnya dia melampaui batas (surah thaha: 43)

Amr dibedakan menjadi dua

- Amr dengan lam yaitu untuk 6 bentuk awal dan dua bentuk mutakalim.

- Amr dengan shighah yaitu pada bentuk mukhathab

a. Pembuatan Amr dengan lam

- letakkan lam kasrah didepan fi'il mudhari' liyadhribu يضرب

-> ليضرب

-kita jazmkan huruf akhirnya

Liyadhribu menjadi liyadhrib ليضرب

-Ketika huruf mudhara'ah kita hapus tenyata huruf setelahnya adalah huruf mati (berharakat sukun) maka didepannya kita tambahkan huruf hamzah. Ini kita lakukan pada bentuk ke 7 hingga ke 12.

Tadhribu -> idhrib اضرب <-- تضرب

Harakat hamzah tersebut sesuai harakat 'ainul fi'il

Beberapa contoh:

- Idzhaba ila fir'auna innahu thogho Qs.Thaha:43

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى

-Fashbir lihukmmi robbik Qs Al Insan:24

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا (24

-Wal ya'buduu robba hadzal bait Qs: Quraish:3

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (3)

Secara bahasa jazm berarti pemotongan, dan dalam istilah berarti memotong tanda rofa' dari fi'il mudhari' yang berupa harakat dhumah, nun maftuh dan atau nun kasrah.

1. liyadhrib 7. idhrib 13. liadhrib

2. liyadhribaa 8. idhribaa 14. linadhrib

3. liyadhribuu 9. idhribuu

4. litadhrib 10. idhribii

5. litadhribaa 11. idhribaa

6. liyadhribna 12. idhribna

ليضرب

ليضربا

ليصربوا

لتصربْ

لتضربا

ليضربن

اضربْ

اضربا

اضربوا

اضربي

اضربا

اضربنْ

لاضربْ

لتضربْ

Untuk nun bentuk ketujuh tidak dihapus karena nun tersebut bukan merupakan tanda rafa'.

suparno sutrisno

The University of Imam khomeini

Qum Iran syawal 1428 H

Ringkasan English

Ringkasan English Grammar in Use For Elementary level

( Cambridge University press )

=> Simple present

Am, is, are

Example :

My name is Lisa

I'm 22.

I'm Indonesian. I'm from Surabaya

My favorite colour is blue

My favorite sports are football and swimming

I'm interested in art.

I'm cold. Can you close the window, please?

John is afraid of dogs but he'snt afraid of crocodile.

that's very kinds of you.

I am a student

You

We are a student

They

He

She is a student

It

Bentuk negativ

- I'm not a student

- You're not a student

Pertanyaan.

- Am I a student?

- Are you a student?

- Yes you're. Yes you're a student.

Bentuk pasiv

Butter is made from milk

Present continuous

(I'm doing )

Positiv

- They're building a new aircraft at the moment.

- She is eating hamburger. She's reading a book.

- It's raining. The sun isn't shining.


Question

- It is raining? Yes it is? / No it is.

- What's she doing? She's reading the book

I am (not) + verb ing

You

We are (not) + verb ing

They

He

She is (not) + verb ing

It

Present simple

I / you/ we/ they + verb1 (read, like, do, speak...)

He/ she/ it + verb1 (does, reads, likes, speaks...)

Bentuk positif

- I work in a shop.

- Linda lives in London. Her parents live in Schotland.

Bentuk negativ

- I do not (don't) work in a shop.

- Linda doesn't live in London.

Bentuk pertanyaan

- Do you work in a shop? Yes I do. No I don't.

- Does Lisa live in London? Yes, She does. No she does not (doesn't)

- Do you always have a breakfast?

Present continuous and present simple

Jim is watching television. She'snt playing guitar. But he has a guitar. He often plays it and he play very well. Jim plays the guitar but she'snt playing the guitar now.

Is he playing the guitar? -->Present continus

Doesn he play the guitar? -->Present simple

Dalam Present continus kata-kata dibawah ini tidak bisa di pakai.

Like, love, want, understand, remember, depend, prefer, hate, need, mean, believe, forget.

I'm tired. I want to go home. (bukan i'm wanting)

I have.../I'v got. . .

- I have got blue eyes. Or I have blue eyes.

- He has got two sister. Or He has two sister.

bentuk negativ

- I haven't got blue eyes.

- He hasn't got two sister

Bentuk pertanyaan

- Have I got blue eyes?or have I blue eyes?

- Has he got two sister?or has he two sister?

=>Was/ Were

At midnight he wasn't at work. He is asleep.

Present ''am/is'' -->''was'' in past tense.

I'm tired (now) --> I was tired last night.

Where is Ann? --> Where was Ann yesterday? She was at work yesterday.

=>Worked / got/ went

(past simple / simple past tense)

they watch television every morning ->present simple

They watched television yesterday morning.

''Watched'' is the past simple (kata kerja lampau)

Biasanya kata kerja pada past simple ditambah -ed

Work -> worked

Live -> lived

Stay -> stayed

Namun untuk kata kerja tidak beraturan (irreguler verb) aturan ini tidak berlaku

see -->saw

Begin -->began

Build-->built

Buy-->bought

Get-->got

Come-->came, pay->paid, do/does->did, has/have->had. catch->cought, break->broke, hear->heard

-I usually get up in the morning but this morning I got up at 9.30.

We use did in past simple negative and question.

- I didn't watch television yesterday.

We use did/didn't + infinitive (watch/ play/ go (bentuk 1)

- He had a mother --> He didn't have a mother

- They went to Jakarta yesterday.

--> They didn't go to Jakarta yesterday.

--> Did they go to Jakarta? Yes they did/ No they didn't.

=>I was doing ...

Past continus form.

It's 6 o'clock now. Sarah is at home. She is watching television. At 4 o'clock she wasn't at home. She was at the sports club. She was playing tennis. She wasn't watching television.

Was/ were + verb -ing is the past continus



I

You was /wasn't + verb ing

We

They

He

She were/ weren't + verb ing

It



What was he/she / I/ it doing in the school ?

what were you/ we/ they doing in the class?

Jack was reading a book when the phone rang--> past continus

He stopped reading and answered the phone --> past simple.

=>I h'v done. . .

Present perfect

My shoes is dirty. I am cleaning my shoes. I h'v cleaned my shoes.



I

You have/haven't + verb past participle

We

They

He

She has/hasn't + verb past participle

It

=>Present perfect

I/ you/ we/ they + have/havn't + past participle

He/ she/ it + has/ hasn't + past participle

-i'v lost my passport = I cannot find my passport now

- Where has Linda? She has gone to bed. : She is in bed now.

- We have bought a new car.

=> I have just. . ., I'v already . ., I havn't .. .yet

-- I have just : a short time ago.

- He has just arrived.

- I have just have a dinner.

-- I have already : Before you/I expected (duga, kira)

- They have already arrived.( before you expected)

It's only nine o'clock and Aan has already gone to bed (before I expected )

- We have already met.

- They havn't arrived yet.

- Has Linda started her new job yet?

- Have you worn your new dress yet?

=> Have you ever...

- Have you been to Japan? (in your live) no I don't.

- Rany has lived in many places.

- I have never ridden a horse in my live.

=> How long have you. . .?

- Aaron is on holyday in Irreland. He is there now. She arrived in Irreland on Monday and today is thursday so He has been in Irreland for three days

- How long have you been married?

- We have been married for five years.

- I'v known her for a long time.

=> Present Perfect Continus

-- Have been + v ing

- We have been learning German for two years.

- She's(She has) been watching TV for one hour.

- It's been raining all day

=> For, Since, ago

--For

- Ricard has been in Canada since Friday.

-- Since < how long>

- We have been watching TV since 9 o'clock.

-- ago < before now>

- I had dinner an hour ago.

=> Perbandingan antara present perfect dengan simple past

- I have lost my key.

- Bill has gone home.--->present perfec

- I lost my key yesterday.

- Bill went home ten minute ago.--->simple past disini terlihat bahwa dalam simple past waktu lampaunya jelas sedang pada present perfect tidak ada keterangan waktu secara spesifik.

=> Bentuk pasiv

- Somebody cleans the offiice everyday.--> The offiice is cleaned every day.

- Somebody cleaned the offiice yesterday.--> The offiice was cleaned yesterday.

- Oranges are imported into Britain.

- I am never invited to parties.

- This house was built 100 years ago.

- These house were built 100 years ago.

- I was born in London in 1984.

- We were woken up by a loud noise.: The noise woke us up.

- The telephone was invented by Alexander Bell.

=> Is being done < present continus passive >

- My car is being repaired.

- The offiice is being cleaned.

=> has/ have been . . .

- The door has been painted.

- My key has been stolen.

=> tobe (am, is, are, was, were)

- Present continus --> It is not raining at the moment be+ v1 ing

- Past tense--> It wasn't raining so we went out to be + v(past participle)+ ing

=> Passive present simple

- The two room is cleaned every day. Be (am, is, are) + past participle

=> Passive past simple

- The two room was cleaned yesterday.

=>Present simple negative

- I don't like tea.

=>Past simple negative

Invinitif
break
know
begin
go

Past simple
broke
knew
begin
went

Pastparticiple
broke
known
began
gone



- I didn't watch TV Yesterday.




Sylvia saw Paul. Who saw Paul ? Sylvia.( Sylvia saw him)

-What happened? That's mean ->something happened- what ?

-Who did you met yesterday.-> You met somebody

-who? Who for somebody

-What is your favorite song?-> what for something.

Tom's father is in hospital.-> Which hospital is he in?

Kate is going on holyday. who with?-> Who is she going with?

I want to talk to you. What about ?->what do you want to talk to me?

Too

-His shoes is too big for him

There is too much sugar in it kebalikan dari ->There is not enough sugar in it.

It’s too cold to sit outside

She speak too much fast for me to understand

Too+ adjective

-too+ loud, hard, long, tired, small

Too +much, many : more than you want, more than is good.

There is too much rain here.

There are too much people here.

There are too many cars here.

Enough

She hasn’t enough money to buy sandwich.

He isn’t tall enough.

Is the radio loud enough for you.

There isn’t enough chairs for every body to sit down.

The oldest

My book is the biggest book.

His car is biger than your car.

Her house is more expensive than my house.

Her house is the most expensive house in this area.

It is the wors house that I’ve ever seen.

Good --> best

Bad ---> the worst pretty--> the pretiest

Easy--> the easiest heavy--> the heavie

Not as…..as

Rome is not as old as Athens.

I don’t know as much people as you : You know much people than me.

She is not as old as him.

My hair is the same colour as your’s.

Than …..

No more than that.

You go out more than me.

I can run more fast than him.

She is taller than her husband.

Ringkasan Nahwu1


Nahwu

Ilmu nahwu sangat penting sebagai dasar dalam adabiyatul arabiyyah, ilmu ini mengkaji tentang berbagai hubungan antara satu kata dengan kata yang lain yang hal ini berpengaruh pada bentuk atau harakat akhir setiap kata yang berarti berpengaruh juga pada perubaha makna kata.

Maudhu موضوع(tema pembahasan)

Maudhu ilmu ini adalah kalimah( كلمة) dan kalam (كلام )

Kalimah (kata) dibahas dari segi harakat akhirnya atau perubahan maknanya dan kalam(kalimat) dari segi hubungan antara bagian-bagiannya.

'amil عامل adalah Kata yang memberi pengaruh pada kata yang lain

ma'mul معمولadalah Kata yang mendapat pengaruh adanya 'amil.

Catatan :Isim اسم (kata benda), fi'il فعِِِل (kata kerja), maupun huruf حرُفٌ(kata penghubung)bisa menjadi 'amil tapi yang bisa jadi ma'mul hanya isim dan fi'il saja.

Contoh

-Ja a sa’idun جاءَ سعِيْدٌ(said telah datang)

-Raitu saidan رَأَيٍتُ سعيدًا(aku telah melihat said)

Pada contoh diatas ja'a dan roaitu adalah 'amil dan said dan saidan sebagai ma'mulnya.

Kata dibedakan menjadi mu'rab dan mabni معرب و مبني . Mu'rab adalah kata yang mengalami perubahan karena adanya 'amil dan mabni adalah kata yang tidak mengalami prubahan walau ada 'amil. I’rab اِعْرَبْadalah perubaha yang tejadi pada kata yang mu’rab.

Contoh :

-Min hujroti( dari kamarku)منْ حجرةِ

-Min makkata (dari kota mekah)منْ مكةَ

Hujratun diatas adalah contoh kata mu'rab karena yang awalnya berbunyi hujratun berubah menjadi hujroti yang disebapkan adanya salah satu huruf jar yang memajrurkan kata berupa ''min'' sedang kata ‘’makkata’’ disebut mabni karena walau didahului huruf min tapi tidak berubah harakat akhirnya, makkata hanya menempati posisi majrur tapi harakatnya tidak berubah.

Jadi dampak yang diakibatkan oleh 'amil disebut 'irab. Tidak berdampaknya suatu 'amil disebut dengan mabni.

Macam-macam 'irab

.1 Rafa' رفَعْ

Tanda rafa' aslinya berupa harakat dhomah kata yang menndapat perngaruh darinya disebut marfu’ مرفوع tanda rafak dapat kita lihat pada fi’il mudhari’ yang tidak kemasukan Amil apapun baik amil nasab jar atau yang lain. يذهبُ, يذهبانِ, يذهبُونَ

. 2Nasab

Tanda nasab aslinya berupa harakat fathah dan kata yang mendapat perngaruh darinya disebut mansub. Tanda nasab memansubkan kata yang didahuluinya. انْ تذهبَpada awalnya berupa تذْهبُ Tapi karena didahului an اَنْ maka berubah harakat akhirnya menjadi maftuh.

3. Tanda Jar

Tanda jar aslinya berupa harakat kasrah dan kata yang mendapat perngaruh darinya disebut majrur. Jadi jar itu memajrurkan kata yang didahuluinya.

علي الكتابِ kitabi awalnya dibaca kitabun namun karena didahului huruf jar berupa ‘ala maka dibaca majrur menjadi kitaabi.

4. Jazm

Tanda jazm aslinya berupa harakat sukun, kata yang mendapat perngaruh darinya disebut majzum. Seperti pada kata tazhabu yang berubah menjadi tazhab.تذهبُ الي القم - لمْ تذهبْ الي القمِ awalnya berarti ‘pergi ke kota Qum’. Menjadi ‘tidak pergi kekota Qom’.

Macam-macam mabni

Berupa dhumah

Ketika akhir suatu kata selalu berupa dhumah maka dikatakan mabni alal dhumah. Seperti نحنُ منذُnahnu dan mundzu

Berupa fathaha

Ketika akhir suatu kata selalu berupa fathah maka dikatakan mabni alal fathah. Seperti huruf ta’ pada kata makkata dalam keadaan apapun selalu berharokat fathah مكّةَ

Berupa kasrah

Ketika akhir suatu kata selalu berupa kasrah maka dikatakan mabni alal kasrah. Seperti kata sin pada kata amsi yang selalu berharokat kasrah امسِ

Berupa sukun

Ketika akhir suatu kata selalu berupa dhumah maka dikatakan mabni alal dhumah. Seperti huruf ya’ pada fi selalu berharokat sukun في

Afaalul Muqarabah dan Huruf yang sama dengan laisa ليْسَ

Afaalul muqarabah sebagaiamana fi’il naqish ketika berada didepan mubtada dan khabar maka iisim menjadi rafak dan khabar menjadi nasab.

Fi’il yang digunakan untuk keterangan dekatnya terjadi khabar dan bermakna (hampir saja)

كاد, كرب, و اوسك(dekat)

Fi’il yang digunakan untuk menyatakan suatu pengharapan.

عَسَي , حَرَى , ِاخْلَوْلَقَ (andai saja)

Fi’il yang digunakan untuk menyatakan dimulainya suatau pekerjaan.

شَرَعَ , طَفِقَ, جَعَلَ (Sudah dimulai)

Khabar Af’alul Muqarabah selalu berupa fi’il mudhari.

Kadal waladu yaghriku ( (كاد الولدُ يَغََِْرقُ seorang anak hampir saja tenggelam. Disini "alwaladu" sebagai isim kaada menjadi marfu’ dan "yaghriqu"sebgai khabar kada menjadi berkeadaan nasab mahali( menduduiki posisi nasab)

Jadi I’rabnya menjadi kaada dari fiil muqarabah mabni alal fathah

Al waladu isim kaada marfu tanda rafa’nya berupa dhumah

Yaghriqu fi’il mudhari’ marfu. Dhomir huwa( هو) mustatir (tersembunyi)marfu’. Fi’il yaghriqu dengan pelakunya( fa’ilnya) membentuk kalimat fi’liyyah( jumlah filiyyah) yang merupakan khabar bagi kaada) (كادkarenanya berkedudukan mansub.

Tafsir Mizan Memaknai Baik dan Buruk




Disni kami mencoba menerjemahakan penggalan sebuah karya besar Ahli dan ulama tafsir terkemuka sepajang zaman yang berasal dari negara persia terjemahan ini kami terjemahkan dari bahasa persia. Beliau adalah Alamah Tobatobai pemilik tafsir terkenal Al Mizan yang terdiri dari 21 jilid lebih.

س2: چه حكمتي وجود دارد كه خداوند متعال به برخي كم و به برخي زياد نعمت داده و يا حتي از برخي سلب نعمت كرده است؟

Pada kitab tafsir tersebut juz 5, halaman 15-16 beliau mengupas tema tentang nikmat.

"Apa hikmah yang tersimpan ketika Allah memberikan nikmat pada Makhluk-Nya ada yang banyak dan ada yang sedikit. Atau ada yang diberi nikmat tapi disisi lain ada juga yang nikmatnya diambil?"

ج: امساك جود و يا ساده‌تر بگويم ندادن خدا نعمتي را به چيزي يا به كسي، يا زياد دادن، يا كم دادن تابع و برابر مقدار ظرفيتي است كه در آن چيز و يا آن شخص است و بيش از آن مقداري كه داده شده، ظرفيت نداشته است، همچنانكه خودش در مثالي كه زده مي‌فرمايد: « انزل من السماء ماءً فسالتْ اَوْدِيَة بِقَدَرِها». رعد/17 [از آسمان آبي فرستاد پس هر سرزميني به قدر ظرفيت خود از آن آب بگرفت] و نيز فرموده: «واِنْ منْ شيْ‌ءٍ الاعندنا خزائنُهُ وما نُنَزِّلُهُ الا بِقَدَرٍمعلومٍ». حجر/21 [هيچ چيز نيست مگر آنکه خزانه‌هاي آن

Untuk lebih sederhana dapat dikatakan bahwa tidak diberikannya nikmat pada sesuatu atau seseoarang baik itu banyak atau sedikit semua itu berdasarkan pada kuantitas untuk menerima orang atau sesuatu itu. Allah tidak memberikan pemberian lebih dari kuantitas dari orang tersebut. Hal ini sesuai

dengan contoh yang tertuang dalam Qur’an

« انزل من السماء ماءً فسالتْ اَوْدِيَة بِقَدَرِها». رعد/17

"Allah telah menurunkan air dari dari langit, maka mengalirlah ia dilembah-lembah menurut ukurannya"

Begitu juga dalam surah al Hijr : 21

«واِنْ منْ شيْ‌ءٍ الاعندنا خزائنُهُ وما نُنَزِّلُهُ الا بِقَدَرٍمعلومٍ». حجر/21

"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan dari kamilah Khazanahnya. Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu."

Jadi Allah mengaruniakan sesuatu pada siapapun sesuai kadar masing-masing. Ketentuan ini sesuai dengan ilmu-Nya sebagaimana disinggung dalam Qs Mulk ayat : 14.

« الايعلم مَنْ خَلَقَ و هو اللطيف الخبير». الملك/14

"Apakah yang menciptakan itu tidak mengetahui terhadap yang diciptakannya?"

Sehingga jelas bahwa nikmat dan bala’ atas segala seauatu sesuai dengan sesuai dengan sesuatu itu. Dimana hal ini juga disinggung dalam ayat dibawah ini.

« لكل وجْهَةٌ هو مُوَلّيها». بقره/148

Qs: Al Baqarah ayat 148 " Atas segala sesuatu terdapat kiblat yang jelas dimana setiap makhluk menghadap kepada kiblat tersebut"

نزد ماست و ما جز به اندازه‌اي معلوم نازل نمي‌کنيم] بنابراين خداي تعالي به هركس و به هرچيز به آن مقدار كه ظرفيت و استحقاق دارد عطا مي‌فرمايدكه تعيين اين مقدار در حيطه علم خود اوست، همچنان كه فرموده:« الايعلم مَنْ خَلَقَ و هو اللطيف الخبير». ملك/14 [آيا کسي که خلق مي‌کند از خلقش آگاه نيست؟ با اينکه لطيف و باخبر است] و معلوم است كه نعمت و نقمت و بلا و رخاي هر چيزي به نسبت خود آن چيز است، كه اين را نيز در آيه زير بيان نموده مي‌فرمايد:« لكل وجْهَةٌ هو مُوَلّيها». بقره/148 [براي هر چيزي وجهه‌اي است از پيش معلوم شده که هر موجودي رو به سوي آن وجهه است] و معلوم است كه هر موجودي به سوي وجهه‌اي روان است كه خاص خود او و غايتي مناسب به حال او است. اين جاست كه انسان مي‌تواند حدس بزند كه«سراء» و«ضراء»،« نعمت» و« نقمت»، « بلا»

Jadi jelas bahwa segala sesuatu bergerak sesuai arah khusus yang telah ditetapkan baginya dengan segala kemestian yang mengikutinya, disini manusia bisa berfikir tentang keburukan, nikmat, bala’(yang menurut Quran yang sesuai kuantitas ikhtiar kehidupan masing-masing) sebagai urusan yang secara langsung berhubungan pada masing-masing manusia. Dimana ketika manusia berjalan di jalan yang benar akan sampai pada kebahagiaan dan ketika dijalan yang tidak benar akan mendapat penderitaan. Yang mana peranan manusia untuk menentukan arah jalan itu sedikit pun tidak mungkin bisa diingkari. Qur’an karim membenarkan konsep ini Allah Swt berfirman

"Allah tidak akan merubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya pada suatu kaum sehingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (Qs Al Anfal : 53)

ذلك باَنَّ اللهَ لَمْ يكُ مُغَيِّراً نعمةً اَنْعَمَها علي قومٍ حتي يُغَيِّرُو مَا بِاَنْفُسِهِمْ» الانفال/53


Dari ayat mulia diatas dapat dipahami pula bahwa amal sholih dari setiap hamba berpengaruh pada nikmat dari hamba tersebut. Ketika seseorang niat dan amalnya berubah (kearah yang buruk) maka perlakuan Allah Swt juga mengikuti sejajar dengan tindakan itu dan Allah juga menghentikan Rahmat-Nya atas orang itu.

« و ما اصابكم مِنْ مصيبةٍ فبما كسبتْ ايديكم و يعفوا عنْ كثيرٍ». الشوري/30

" Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan banyak kesalahan" (Qs As Syura : 30).

Dalam ayat ini dapat kita dapati sebuah hukum yang mana terdapat relasi kuat antara amal manusia terhadap apa-apa yang terjadi padanya.

( كه از نظر قرآن كريم در ظرف اختيار زندگي مي‌كند) اموري است مربوط به اختيار خود انسان: براي

اينكه انسان در صراطي واقع است كه آخر اين صراط در صورت درست رفتن، سعادت و در صورت نادرست رفتن، شقاوت است و دخالت اختيار آدمي در سلوك درست و نادرست قابل انكار نيست. و قرآن كريم اين حدس شما را تصديق دارد و مي‌فرمايد:« ذلك باَنَّ اللهَ لَمْ يكُ مُغَيِّراً نعمةً اَنْعَمَها علي قومٍ حتي يُغَيِّرُو مَا بِاَنْفُسِهِمْ» انفال/53 و به حكم اين آيه شريفه نيت‌هاي پاك و اعمال صالح در روي‌آوري نعمتي كه به آدمي اختصاص مي‌يابد دخالت دارد و چون دخالت دارد وقتي كسي نيت و اعمال خود را تغيير دهد خداي تعالي نيز رفتار خود را تغيير مي‌دهد و رحمت خود را از آنان امساك مي‌كند

Disebutkan juga dalam surah An Nisa ayat 79.

« ما اصابَكَ مِن حسن ةٍ فمِنَ اللهِ و ما اصابك مِن سيِّئةٍ فَمِن نفسكَ». النساء/79


"Kebajikan apapun yang kamu peroleh adalah dari Allah Swt, dan keburukan yang menimpamu itu dari dirimu sendiri"(Qs: An nisa : 79)


؛ همچنانكه خودش فرمود:« و ما اصابكم مِنْ مصيبةٍ فبما كسبتْ ايديكم و يعفوا عنْ كثيرٍ». شوري/30 [آنچه از مصائب به شما مي‌رسد به خاطر اعمالي است که خود کرده‌ايد و خدا بسياري از آن گناهان را عفو مي‌کند] كه به حكم اين آيه شريفه نيز اعمال انسانها در نزول آنچه برسر آدمي نازل مي‌شود و آنچه از مصائب كه به وي روي مي‌آورد دخالت دارند، و نيز مي‌فرمايد:« ما اصابَكَ مِن حسنةٍ فمِنَ اللهِ و ما اصابك مِن سيِّئةٍ فَمِن نفسكَ». نساء/79 [آنچه از خوبي‌ها که به تو برسد از ناحيه خداي تعالي است و آنچه از بدي‌ها به تو برسد از ناحيه خود تو است].

_______________________________________________________________

Ilmu Kalam


Asbabun Nuzul

Bismillah alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa meluangkan sekedar waktu untuk meringkas materi kuliah yang kurang lebih satu bulan ini menerangi kejengahan dan kekeringan yang yang mewabahi kami. Disini kami sajikan ringkasan dari mata kuliah Introduction to Tafsir Qur’an salah satu pembahasan dalam kuliah ini adalah pembahasan proses turunnya ayat-ayat qur’an. Dalam pembahasan yang ada ternyata berbagai pendapat yang berbeda dari segi sejarah dan cara pandang para ulama yang berkecimpung dalam dunia tafsir menarik sekali untuk dikaji. Kami berharap tulisan pertama yang kami sadur dari penjelasan dosen ini ada buah kemanfaatan yang dapat dicicip dari kalimat yang kami susun ini amin.

AlQur'anul Karim diturunkan secara terus menerus selama pengutusan Nabi Muhammad Saaw yang berlangsung kurang lebih selama 23 tahun. Dalam proses turunnya ayat-ayat penuh berkahnya Dapat kita temui banyak sekali ayat yang turun setelah terjadinya suatu kejadian penting, setelah adanya suatu kesulitan, atau sebagai suatu jawaban atas pertanyaan yang ditujukan pada Nabi Muhammad Saaw. Semua ini dinamakan dengan Asbabun Nuzul atau Sya’nun Nuzul (sebab-sebab turunnya suatu ayat Qur’an). Jelas bahwa setiap ayat tersebut berbicara tentang kejadian yang baru saja terjadi, sehingga ketika ada suatu kejanggalan dalam lafal atau makna kata dari ayat qur’an dapat dirujuk pada waktu turunnya ayat, sehingga didapatkan makna ayat yang jelas. Sebagai contoh pada ayat 158 Surah al Baqarah

فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ اللّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ .

Sesungguhnya Shafa dan Marwa merupakan bagian dari Syi’ar Allah baitullah maka maka barang siapa beribadah haji ke baitullah atau berumrah tidak ada dosa bagi mereka untuk mengerjakan Sya’I antara keduannya".

Dengan melihat kalimat yang kami buat miring diatas dapat kita katakan bahwa dari sini orang bisa mengambil kesimpulan bahwa hukum Sya’I itu sunah, padahal kita tahu bahwa hukum sya’I adalah wajib. Pada saat kita merujuk pada sumber lain yaitu dari sisi Asbabun Nuzul ayat maka akan jelas bagi kita bahwa ayat tersebut tidak memuat maksud yang demikian, ayat tersebut turun pada saat terjadi perjanjian antara kaum muslimin dengan musrikin mekah yang memberi kesempatan bagi umat muslim waktu itu untuk melakukan ibadah haji selama tiga hari, dimana sesuai perjanjian semua berhala yang ada di shofa dan marwa untuk jangka waktu tiga hari itu dipindahkan, namun karena adanya satu dua hal akhirnya ada beberapa sahabat yang belum menyelsaikan sya’I mereka pada hari ketiga sehingga mereka menjadi bingung karena orang musrik sudah bergegas mengembalikan Tuhan-Tuhan mereka kepuncak shofa dan marwa. Mereka biingung apakah mereka harus tetap melakukan sya’I ataukah tidak. Pada saat sebagian sahabat dalam keadaan bingung ini turunlah ayat tersebut. Jadi tetap, bahwa hukum syai adalah wajib dan ayat tersebut bukanlah dalil yang menyatakan bahwa hukum syai itu sunah. Qur’an memang bukan kitab suci yang sekadar lalu, didalamnya terkandung rahasia besar yang tidak akan pernah habis untuk terus digali.

Sangat disayangkan sekali ketika ada orang yang "sedikit mengetahui bahasa arab" mengatakan bahwa AlQur’an itu mudah dan isinya hanya itu-itu saja. Sebagaimana kita ketahui bahwa dengan tegas AlQur’an menyatakan bahwa dirinya memiliki ayat-ayat yang jelas dan belum jelas (ayatul muhkamat wa muhtasyabihat) selain itu AlQur’an itu juga memiliki arti dhahir dan batin, sehingga Qur’an tidak hanya akan terpahami dengan bermodalkan bahasa arab. Merupakan kesalahan besar ketika ada yang menilai bahwa mengetahui Qur’an hanya didasarkan pada segi bahasa saja, terlebih hanya berlandaskan pada pemaknaan kata perkata. Qur’an adalah sebuah alat penyampaian suatu kabar dari sang kholik (Pencipta) pada makhluknya. Kabar yang menjadi sarana bagi makhluk untuk menempuh jalan-jalan hidayah. Jalan yang menghantarkan manusia dan para penempuhnya pada puncak-puncak kesempurnaan kemanusiaan. Banyak hal yang harus dimiliki sehingga mampu memahami Qur’an secara utuh. mengingat AlQur’an sebagai sesuatu yang suci tentu tidak mungkin dapat -terjamah- oleh tangan-tangan yang bergelimang dosa. Tentu kita semua sepakat bahwa ilmu Qur’an hanya bisa di cerap dan dipahami oleh orang-orang yang bersungguh-sungguh mensucikan hati dan dirinya serta mendapat pertolongan serta Taufik hidayah-Nya. Karena air bersih hanya akan terjaga kebersihannya ketika dipindah dari ember bersih ke ember bersih yang lain dari tempat bersih ketempat bersih yang lain. Begitu juga ilmu Qur’an, Para pewaris ilmu Qur’an secara utuh sudah semestinya adalah mereka yang memiliki kualitas jiwa dan kebersihan hati, tidak sembarangan orang.

Terkait masalah asbabun nuzul orang-orang yang berbahagia mencapai tingkatan tersebut tentu pantas untuk dipandang dan bahkan dijadikan sebagai sumber utama rujukan. Siapakah orang-orang itu? Dalam argumen sederhana dapat kita lihat dari argumentasi cantik yang dikemukakan Qur’an tentang dirinya.

Seluruh manusia diperintahkan untuk berulang-ulang meminta pada Allah untuk diberikan pemahaman pada jalan petunjuk pada saat melakukan sholat.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيمَ (5)
Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمْتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ (6)
Jalan lurus, jalan mereka orang-orang yang mendapatkan nikmat. Bukan jalan mereka yang dimurkai dan tersesat (Al Fatihah:5-6)



Apakah nikmat yang dimaksud dalam ayat penuh berkah ini? Siapakah orang-orang mendapatkan nikmat itu? Dengan penalaran sederhana kita paham bahwa nikmat disini pasti bukan semabarang nikmat melainkan nikmat khusus. Bukan nikmat makanan, pakaian dan semacamnya karena nikmat semacam ini orang-orang kafir, munafik, dan manusia pada umumnya juga mendapatkan nikmat tersebut tapi nikmat yang lain. Pada ayat berikut ini dapat kita ketahui penjelasan yang diberikan oleh Allah dalam Firman-Nya.

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ (77)
Sesungguhnya itulah Al Qur’an yang mulia

فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ (78)
Dalam kitab yang terpelihara

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (79)
Tidak akan mampu menyentuhnya (memahaminya) kecuali orang-orang yang disucikan.



Argumen yang tertuang apik dalam surah alwaqiah diatas secara gamblang dan begitu jelas menerangkan adanya orang yang memiliki kualitas tertentu yang mendapat kemuliaan sebagai orang yang berhak dan mampu mengupas dan memahami secara utuh dan penuh kandungan Qur’an, ya, jelas bahwa orang-orang yang telah disucikan itulah yang mampu mendedah tuntas isi dan segala rahasia yang tersimpan dibalik untaian indah qur’an tidak ada seorangpun yang ragu akan hal ini. Untuk memperjelas perjalanan argumentasi qur’ani ini mari kita simak ayat lain yang memberikan gambaran secara lebih jelas.

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (33)
Sesungguhny Allah hendak mensucikan kamu semua wahai Ahlul Bait sesuci sucinya




Disini jelas bahwa orang menempati kepantasan untuk menjadi tempat rujukan dalam memahami qur’an adalah Ahlul Bait.

Dalam pengkajian ilmu tafsir dibahas juga masalah pembentukan mushaf qu’ran, disitu diulas bagaimana mushaf Quran itu dibentuk. Sudah tentu masa itu quran tidak seperti quran yang kita lihat yang sudah tersusun rapi dalam satu jilid dan bisa kita baca dengan mudah. Pada waktu itu hanya beberapa orang saja yang memiliki kemampuan untuk mambaca dan menulis. Terkait apa-apa yang terjadi pada masa awal penyusunan baik siapa yang sebenarnya menyusun qur’an apakh Nabi yang terkenal dengan kesempurnaan prilaku dan akhlaknya dan selalu tidak setengah-setengah dalam melakukan sesuatu tidak berfikir untuk mengumpulkan Qur’an dalam satu mushaf, sehingga bisa dikatakan beliau kalah beberapa langkah dari langkah para sahabat? Pada edisi selanjutny dengan izin-Nya insyaallah akan kami lanjutkan ringkasan singkat ini wallahua’lam.